[ad_1]
Jakarta –
Ustaz Maulana merupakan salah satu tokoh agama kondang yang kerap tampil di televisi, betul, Bu. Sosoknya memang sangat dikenal dengan jargon-jargonnya saat menyapa jamaahnya saat mengisi acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik sosoknya yang periang, Ustaz Maulana ternyata mendatanya cinta yang besar kepada sang istri, Nur Aliah. Mencapai-sampai pria berusia 49 tahun itu bahagia menjadi orang tua tunggal setelah sang istri wafat.
Almarhum istri Ustaz Maulana wafat pada tahun 2019 lalu, Bunda. Meski sudah tak lagi bersama, tetapi rasa cintanya kepada mendiang tampaknya tak luntur minim pun.
Saat ditanya soal rencananya menikah lagi sebab sudah lama menjomblo, Ustaz Maulana menyampaikan 6 tahun tanpa istri itu bukan apa-apa. Bahkan, ia mengenang masa lalu saat berjuang menunggu mendiang sepanjang 15 tahun sebelum bagaimanapun juga menikah.
“Untuk dapatkan mendiang istri saya, butuh waktu 15 tahun. Jadi (filmnya) ada apa Dengan Cinta (AADC) tidak dengan jumlah besar 15 Purnama. Saya sudah melakukannya sepanjang
“Itu yang ditunggu,” ungkapnya dikutip dari kanal YouTube sisipan langsung.
“Walaupun pernikahan saya cuma bertahan 10 tahun, 5 bulan, dan 12 hari, saya bilang itu menurut saya cuma enam tahun. Saya dapat nunggu 15 tahun, apalagi cuma enam (tahun),” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ustaz Maulana juga membagikan salah satu obrolan antara keduanya di masa lalu. Ternyata ia dan sang istri sempat berbincang tentang kematian.
“Kami berdua selalu bicara soal kematian. Saya selalu bilang, 'Kalau kematian menjemput saya duluan, ya sudah'. Tapi dia bilang, 'Enggak, Kak. Lebih baik saya yang bepergian duluan. Kalau saya yang bepergian duluan, anak-anak dijamin bapaknya',” kenangnya.
Dekat dengan anak-anak setelah istrinya meninggal
Kini, Ustaz Maulana tinggal bersama keempat anaknya. Sepanjang menjadi orang tua tunggal, ia mengaku mempunyai hubungan dekat dengan mereka.
Ustaz Maulana juga mengaku berusaha menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Demi memenuhi amanah sebagai orang tua, ia tak pernah memarahi atau bahkan memukul anak-anaknya.
“Anak pertama saya akan berusia 15 tahun pada bulan Juni nanti. Sepanjang 15 tahun mempunyai empat orang anak, saya mohon maaf, saya tidak pernah marah kepada anak-anak saya, tidak pernah memukul anak-anak saya,” jelasnya.
Untuk menjaga hubungan baik dengan anak-anaknya, Ustaz Maulana pada kenyataannya tetap memprioritaskan mereka. Meski disibukkan dengan berbagai pekerjaan, ia selalu dapat memastikan perannya sebagai orang tua tetap ada untuk anak-anaknya.
Ada pula beberapa hal yang terus ia jaga demi anak-anaknya. Mulai dari menghabiskan waktu bersama, liburan, menjadi teman membocorkan isi hati untuk, memberikan apresiasi, sampai merayakan ulang tahun.
“Kadang anak-anak tidak cocok dengan lingkungannya, sebab saat mereka butuh membocorkan isi hati untuk, mereka butuh teman ngobrol. Saya selalu masuk ke kamar anak, bicara dengan mereka tentang apa yang ingin mereka katakan.
“Bermain dengan anak itu penting, kemudian ulang tahunnya (dirayakan). Kemudian berikutnya adalah ketika mereka meraih sesuatu. Jadi kedekatan kita dengan anak itu pada kenyataannya (penting) sebab itu amanah, itu bagian dari diri kita.
Peran Ayah Bagi Anak
Ustaz Maulana membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi suami dan ayah yang baik bagi anggota family, Bunda. Tentu saja, upayanya ini bisa memberikan dampak positif, terutama bagi anak-anaknya.
Penting untuk diketahui bahwa pola asuh seorang ayah memengaruhi kesejahteraan anak di masa depan, Mother. Dalam beberapa observasi, ketika anak-anak mempunyai hubungan dekat dengan ayahnya, mereka cenderung menghindari perilaku berisiko. Anak-anak kecil cenderung mempunyai hubungan yang sehat dan stabil saat mereka dewasa.
Anak-anak juga cenderung mempunyai skor tes IQ yang lebih tinggi pada usia tiga tahun dan merasakan lebih minim masalah psikologis sejauh hidup mereka. Ini mungkin saja sebab para ayah menganggap serius peran mereka.
“Ketika ayah terlibat aktif dengan anak-anaknya, anak-anak akan tumbuh dengan lebih baik. Observasi memperlihatkan bahwa ayah berperan penting dalam perkembangan anak,” tutur Paul Amato, PhD, seorang sosiolog yang mempelajari hubungan orang tua dan anak di Pennsylvania State College, seperti dikutip dari Kebapakan.
Peran Ayah dalam Perkembangan Anak
Kehadiran seorang ayah dalam pengasuhan anak akan memengaruhi tumbuh kembang anak. Mengingat itu, penting untuk mengetahui 13 peran ayah dalam keluarga, seperti dilansir dari berbagai sumber:
1. Teman bermain
Ibu mungkin saja lebih pandai mengasuh anak-anaknya, namun ayah adalah teman bermain yang hebat. Terutama untuk permainan yang melibatkan keterampilan motorik kasar dan aktivitas fisik.
Dari bermain kuda saat balita sampai menendang bola saat anak prasekolah sampai berkompetisi dalam permainan video saat remaja, seorang anak selalu mencari tau bersamaan dengan Ayahnya.
Penting untuk dicatat, sebagai seorang ayah, janganlah terlalu sibuk sampai tidak sempat luangkan waktu untuk bermain dengan anak Anda. Sebab kebanyakan ayah tidak pandai berbicara dan melakukan percakapan panjang, bermain dengan anak-anak merupakan media komunikasi yang terbaik.
2. Guru
Dilaporkan Menjadi Orang Tua, Ayah adalah guru pertama dalam hidup seorang anak. Tidak peduli berapa pun usianya, mereka selalu ingat bahwa ayah mereka mengajari mereka cara mengendarai sepeda, bahwa mereka bermain sepak bola untuk pertama kalinya bersama Ayah.
Teruskan membaca di halaman berikutnya, Ibu.
Untuk ibu yang ingin membagikan pertanyaan mengasuh anak dan dapat dapatkan dengan jumlah besar memberi secara tanpa dipungut biaya, yuk bergabung Komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik DI SINI. Tanpa dipungut biaya!
[ad_2]
Sumber: haibunda







