Bandung Barat | SekitarKita.id,- Selama tiga hari pengungsi yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai keluhkan fasilitas air untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).
Ade Rahmat (54) Kepala Dusun Cibedug mengatakan, sebelumnya, sebanyak 192 warga yang berada di kawasan terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman yakni di Gedung Islamic Center, Masjid Agung, Kecamatan Rongga.
“Sudah tiga hari 49 KK dan 192 jiwa warga yang terdampak mengungsi, untuk keluhan warga saat ini kurangnya fasilitas MCK karena kita gabung di masjid, pihak pemerintah juga rencana akan membuatkan MCK,” kata Ade saat dihubungi kantor berita SekitarKita.id, Minggu (03/03/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, untuk kebutuhan baik itu makanan maupun kesehatan dan lainya pemerintah sudah menyiapkan untuk stok 4 hari kedepan dipastikan aman.
“Dari pemerintah KBB sudah mengirim bantuan kaya makanan mie instan, selimut/pakaian, popok dan susu bayi cukup buat empat hari kedepan digudang losgistik aman, sejauh ini warga tidak ada keluhan itu, hanya saja ngeluh terkait air karena harus ngantri berdesakan,” jelas dia.
Ade menyebut, dari awal kejadian, pemkab Bandung Barat sudah membuat posko kesehatan dan juga dapur umum untuk para pengungsi, tenaga kesehatan dilokasi bersama petugas BPBD KBB dan TNI/Polri stanbay 24 jam.
“Sekarang warga mengeluhkan batuk-batuk karena memang musim hujan, stok untuk obat batuk sejauh ini belum begitu banyak sih, kalau tenaga kesehatan ada stanbay dilokasi ada poskonya,” sebut Ade.
“Alhamdulilah pemerintah Jawa Barat dan KBB sudah mengfasilitasi kebutuhan warga pengungsi, kunjungan Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin dan Pj Bupati Arsan Latif sedikit mengobati pengungsi dan merasa nyaman karena merasa diperhatikan oleh pemerintah,” sambungya.
Kendati itu, ratusan warga saat ini sudah mulai tidak betah berada ditempat pengungsian dan mengeluh agar pemerintah segera melakukan relokasi tempat secepatnya.
Rencananya, lanjut dia, warga akan direlokasi ketempat yang sudah disiapkan pemerintah yaitu di Kampung Citulang berdekatan dengan kantor Desa Cibedug.
“Ada sekitar 7 hektare sudah disiapkan, Pj Gubernur Jabar, Danramil dan Camat kemarin sudah meninjau lokasi tempat yang akan dijadikan pemukiman warga, kebetulan lokasinya strategis warga disini sepakat dan setuju kalau direlokasi ke tempat,” ujar dia.
Ade menjelaskan, pihaknya belum mengetahui pasti rencana relokasi akan dilakukan, ia mengatakan, terkait hal itu masih menunggu asesmen gajian dari BNPB, BMKG dan juga PVMBG.
“Terkait pembangunannya kami belum mengetahui rencannaya akan di bangun belum ada konfirmasi lebih lanjut, pihak desa dan kecamatan sudah siap warga direlokasi kelokasi tersebut,” ujarnya.
Kronologi detik-detik bencana pergerakan tanah
Kepala Dusun Cibedug, Ade Rahmat menjelaskan, pergeseran tanah di Desa Cibedug terjadi pada tanggal 19 Februari 2024 dan terjadi pergeseran susulan terjadi pada 29 Februari 2024.
“Sebelumnya retakan itu sudah terjadi dua minggu yang lalu ada lekungan terlihat dari jalan sampai ke batas sekolah, akibat pergerakan tanah itu 38 rumah dan 1 SDN Babakan Talang miring (terdampak),” jelas dia.
Menyadari kondisi itu, sejumlah warga dan siswa-siswi di SDN Babakan Talang tersebut disarankan meninggalkan lokasi dan direlokasi ke tempat pengungsian sejak dua minggu terakhir.
Setelah itu, tepat pada Kamis malam terjadi hujan dengan intensitas sedang cukup lama mengguyur wilayah tersebut hampir berjam-jam, Jumat sekitar pukul 05.30 WIB terjadi pergeseran tanah dan mengakibatkan 10 rumah, 1 SD yang miring tersebut ambruk.
“Pas kejadian detik-detik runtuh terdengar suara kretek-kretek dan suara gemuruh pas terjadi ambruk. kejadian pergerakan tanah ini kali pertama diwilayah ini,” jelasnya.
“Saat ini warga sudah evakuasi ke tempat pengungsian dia Gedung Islamic Center, Masjid Agung, Kecamatan Rongga, alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Pemda Bandung Barat Menetapkan Tanggap Darurat Pergerakan Tanah
Pemkab Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin mengatakan, akibat bencana tersebut sebanyak 48 rumah terdampak dan 10 diantaranya mengalami rusak parah dan bangunan kelas SDN Babakan Talang pun mengalami kerusakan.
“Sebanyak 192 warga yang berada di kawasan terdampak pun harus mengungsi ke tempat yang lebih aman yakni di Gedung Islamic Center,” kata Asep saat dihubungi Minggu.
Ia menjelaskan, Pemerintah Bandung Barat melalui Pj Bupati Arsan Latif mengeluarkan kebijakan penetapan status darurat bencana tersebut rencananya berlaku dalam satu pekan ke depan.
“Dari arahan pimpinan (Pj Bupati) kita tetapkan tanggap darurat bencana pergerakan tanah sejak kemarin sampai sepekan ke depan. Kebijakan ini supaya proses penanganan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya bakal memenuhi seluruh kebutuhan pengungsi baik kebutuhan logistik dan obat-obatan hingga membangun dapur umum bagi masyarakat yang tinggal di pengungsian.
“Kita pastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi, saat ini kami fokus kepada pengungsi di Islamic Center Kecamatan Rongga, pemerintah memberikan makan pengungsi 1 hari tiga kali, selimut, alas tikar, kesehatan sudah kita penuhi, kalau pokok dan susu sedang kita sesuaikan dengan belanjanya. Kami memastikan logistik aman dan tercukupi,” jelas Asep.
Pihaknya juga menyiagakan petugas dilokasi untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran tanah susulan, pasalnya hingga saat ini hujan masih terus terjadi diwilayah tersebut.
“Petugas siaga 24 jam takut terjadi pergeseran tanah menambah, kita lakukan monitor terus karena masih ada masyarakat di dua RW akses jalannya terputus, apakah memungkinkan untuk dievakuasi melihat pergerakan tanah menambah atau tidak kita terus memonitor,” papar Asep.
Terkait relokasi warga, pihaknya masih menunggu kajian hasil asesmen dari BNPB, BMKG dan juga PVMBG. Besok hari Senin dari hasil itu dilihat apakah direlokasi atau tetap di sana.
“Besok Senin akan dilakukan kajian, dari BPNP kemarin sudah turun kami menunggu hasil apakah masyarakat direlokasi. Tetapi tetap yang utama adalah keselamatan warga tetap berhati hati apakah pergeseran tanah itu akan bertambah atau tidak,” ujarnya.
“Kami menghimbau kepada warga KBB karena curah hujan cukup tinggi selalu berhati hati untuk kendaraan roda dua dan empat juga berhati-hati disaat melintas jalur jalan yang mudah longsor, karena BMKG sendiri memprediksi titik puncak hujan di bulan Februari dan Maret akan terus terjadi,” tandasnya.








