Harga Emas Tembus $2.600, Kebijakan The Fed Jadi Penghambat

- Penulis

Jumat, 22 November 2024 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Harga emas (XAU/USD) hingga stage $2.600 in line with ounce pada Senin (18/11), didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta melemahnya nilai Dolar Amerika Serikat. Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, meski demikian sentimen global memberi dorongan untuk penguatan emas, kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang cenderung tidak agresif dalam penurunan suku bunga menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan lebih lanjut.

Gejolak geopolitik terus menjadi perhatian utama, seperti serangan Rusia di Sumy dan operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, yang memicu meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman. Untuk saat ini, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa tak ada urgensi untuk memangkas suku bunga meski inflasi masih di atas goal, menambah dinamika yang memengaruhi pasar emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, tren bullish pada XAU/USD tetap kuat. Transferring Moderate memperlihatkan peluang emas untuk naik menuju goal $2.655, sepanjang momentum positif terus berlanjut. Tetapi, ada risiko pembalikan arah yang dapat membawa harga turun ke stage $2.582. Sementara itu, meski demikian emas berhasil bertahan di atas $2.615, lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun memberikan tekanan yang membatasi ruang gerak emas.

Baca Juga:  Seri Redmi K80 menghadirkan spesifikasi terbaik dan harga lebih tinggi

Investor menghadapi sentimen campuran. Ketidakpastian geopolitik memberi dorongan untuk daya tarik emas sebagai protected haven, namun imbal hasil obligasi yang tinggi memperkuat Dolar Amerika Serikat, yang berpotensi menekan harga emas lebih lanjut. Meski demikian ada spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, sejumlah pejabat menyatakan kebijakan tersebut masih dalam pertimbangan. Secara keseluruhan, harga emas tetap berada di tren bullish, tetapi dipengaruhi oleh faktor geopolitik, kebijakan moneter The Fed, dan pergerakan Dolar Amerika Serikat.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru