Ancaman Tarif Trump Tekan Harga Emas, Potensi Bullish Masih Ada

- Penulis

Jumat, 6 Desember 2024 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Harga emas (XAU/USD) merasakan penurunan dan diperdagangkan di kisaran $2.630 pada Senin (2/11), akibat penguatan Dolar Amerika Serikat yang tajam. Hal ini dipicu oleh ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% terhadap negara-negara BRICS andai mereka melanjutkan rencana merubah Dolar Amerika Serikat dengan nilai mata uang alternatif. Tetapi, meski demikian harga emas tertekan, analis Andy Nugraha dari Dupoin Indonesia menyampaikan bahwa potensi kenaikan masih ada, didorong oleh permintaan secure haven akibat ketegangan geopolitik global.

Menurut Nugraha, meski tekanan dari Dolar Amerika Serikat memberikan hambatan, indikator teknikal seperti Shifting Moderate memperlihatkan potensi bullish pada XAU/USD. “Emas dapat naik ke degree $2.665 andai penguatan Dolar Amerika Serikat mereda,” katanya. Tetapi, ia juga mengingatkan kemungkinan koreksi andai harga emas tidak mampu menembus degree resistance terdekat, dengan goal penurunan di sekitar $2.622.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan Dolar Amerika Serikat didorong oleh pernyataan tegas Trump yang menentang inisiatif negara-negara BRICS untuk mengembangkan nilai mata uang baru yang bisa menggantikan Dolar. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi dan menginginkan komitmen dari negara-negara BRICS untuk tidak mengorbitkan nilai mata uang alternatif. Hal ini menambah ketidakpastian di pasar global dan memberi dorongan positif bagi Dolar Amerika Serikat, yang berimbas pada penurunan harga emas yang dihargai dalam Dolar.

Baca Juga:  Tas Multifungsi untuk Mobilitas Fashionable

Meski begitu, ketegangan yang ditimbulkan oleh ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara BRICS turut memberi dorongan untuk permintaan emas sebagai aset secure haven. Negara-negara seperti Tiongkok dan India juga dikabarkan telah memperbesar cadangan emas mereka, kemungkinan sebagai langkah untuk mempersiapkan peluncuran nilai mata uang berbasis emas. Secara keseluruhan, meski demikian harga emas dipengaruhi oleh faktor basic dan teknikal yang berlawanan, potensi kenaikan harga tetap ada.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB