Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Omprengan MBG (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

i

Omprengan MBG (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Rio Bagja 1, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menuai sorotan.

Kali ini kritikan datang dari sejumlah wali penerima manfaat kategori B3 (ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya).

Menu yang dibagikan beberapa hari lalu dinilai tidak memenuhi standar gizi yang diharapkan dalam program nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan sidak serta mengadudit kelayakan menu dapur tersebut. Namun, hingga keluhan warga ini beredar belum ada tanggapan serius dari pemerintah terkait.

Berdasarkan keterangan warga, menu yang diterima terdiri dari nasi, tahu walik, dan jeruk. Sejumlah penerima manfaat mempertanyakan kandungan gizi dalam menu tersebut karena dianggap lebih dominan karbohidrat dan makanan olahan berbahan tepung, tanpa dilengkapi sumber protein hewani maupun sayuran yang memadai.

“Menu Minggu kemarin buat anak balita tahu walik digoreng, nasi sama jeruk, emang anak kecil doayan?,” kata warga yang enggan disebutkan namanya kepada media, Minggu 7 Juni 2026.

Baca Juga:  Damkar KBB Bentuk Redkar Desa, Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kebakaran

Menurut beberapa wali penerima manfaat, tahu walik yang menjadi menu utama lebih banyak mengandung tepung dan disajikan dalam bentuk gorengan.

Sementara nasi sebagai sumber karbohidrat sederhana dan satu buah jeruk dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kelompok B3 yang membutuhkan asupan gizi lebih spesifik.

Related Posts

“Nilai gizinya dimana,” kata warga dengan nada cetus.

Program MBG untuk kelompok B3 sejatinya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting seperti protein, zat besi, kalsium, asam folat, vitamin, dan serat guna mendukung pertumbuhan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah risiko stunting dan anemia.

Namun, warga menilai menu yang dibagikan belum mencerminkan tujuan tersebut karena minim protein hewani, sayuran hijau, serta sumber lemak sehat yang dibutuhkan tubuh.

Menu MBG untuk penerima B3 dinilai tidak layak yakni, Nasi putih, Tahu walik (goreng), 1 buah jeruk (foto: istimewa)
Menu MBG untuk penerima B3 dinilai tidak layak yakni, Nasi putih, Tahu walik (goreng), 1 buah jeruk (foto: istimewa)

“Penerima B3 berhak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi, bukan sekadar membuat kenyang. Program ini harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelompok rentan sesuai tujuan awal MBG,” ujar salah seorang perwakilan wali penerima manfaat lainnya.

Baca Juga:  Proyek Megah Kantor Damkar Capai Rp10,5 Miliar, PUTR KBB Bakal Ajukan Tambahan Dana di 2026

Selain persoalan kualitas menu, warga juga mengeluhkan proses distribusi makanan yang disebut sering mengalami keterlambatan.

Beberapa penerima manfaat mengaku makanan datang melewati waktu yang seharusnya sehingga memengaruhi kualitas dan kenyamanan konsumsi.

Menurut warga, keterlambatan pengiriman ditambah dengan menu yang dinilai sederhana memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan standar operasional program di lapangan.

“Selain menunya dinilai kurang layak untuk penerima B3, pengantaran juga sering terlambat. Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar program ini benar-benar memberikan manfaat sesuai yang dijanjikan,” ungkap salah satu warga Cipatik.

Omprengan MBG (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)
Omprengan MBG (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

Warga Minta Audit dan Evaluasi Menyeluruh

Masyarakat meminta pengelola Dapur Rio Bagja 1 segera melakukan evaluasi terhadap penyusunan menu bagi penerima manfaat B3.

Warga juga berharap Badan Gizi Nasional (BGN), tim ahli gizi MBG, serta pemerintah daerah turun langsung melakukan pemeriksaan dan audit lapangan.

Beberapa tuntutan yang disampaikan warga antara lain, Evaluasi kualitas dan kandungan gizi menu MBG untuk kelompok B3.

Audit terhadap pelaksanaan standar operasional dapur penyedia MBG. Edukasi dan pendampingan bagi juru masak terkait kebutuhan gizi kelompok rentan.

Baca Juga:  Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG Bertambah, Dinkes KBB Siapkan Dua Posko Aduan

Perbaikan sistem distribusi agar makanan sampai tepat waktu kepada penerima manfaat dan pengawasan lebih ketat dari BGN dan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Warga berharap adanya inspeksi mendadak (sidak) dan langkah konkret dari pihak terkait agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting serta anemia di daerah.

Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Karena itu, warga berharap setiap menu yang disalurkan dapat memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan penerima.

Dengan adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat, masyarakat berharap pelaksanaan MBG di Desa Cipatik dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip utama program, yakni menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan berkualitas bagi seluruh penerima manfaat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB