Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

i

RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan sejumlah catatan penting terkait sumber daya manusia (SDM) saat melakukan pengawasan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, menegaskan bahwa kualitas SDM harus menjadi prioritas utama untuk menunjang pelayanan kesehatan yang optimal di RSUD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sandi, DPRD KBB akan mendorong penambahan tenaga kesehatan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui usulan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Selain itu, pihaknya juga menyoroti kinerja dokter spesialis yang diharapkan dapat bertugas secara maksimal di RSUD.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi (foto: istimewa)
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi (foto: istimewa)

“Pertama dari segi SDM dulu, dan kita akan mendorong serta meminta bersurat kepada BKN bahwa tenaga kesehatan untuk PNS harus ditambahkan,” kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Kemudian, kata Sandi, pihaknya juga membutuhkan tenaga dokter spesialis yang betul-betul bisa bekerja sesuai yang diharapkan, dari Senin sampai Jumat berkantor di RSUD.

Baca Juga:  Mattel merilis boneka Barbie Alicia Keys

“Karena ini juga menjadi keluhan masyarakat dan kami mendapatkan laporan bahwa dokter spesialis tidak bertugas secara penuh,” sambungnya.

Ia menyebut, selain persoalan jumlah tenaga kesehatan dan dokter spesialis, Komisi I DPRD KBB juga menemukan adanya tenaga kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan.

Komisi I DPRD KBB melakukan sidak ke RSUD Cikalongwetan terkait keluhkan masyarakat (foto: istimewa)
Komisi I DPRD KBB melakukan sidak ke RSUD Cikalongwetan terkait keluhkan masyarakat (foto: istimewa)

Sandi menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD harus memiliki kompetensi sesuai bidangnya serta didukung sertifikasi yang relevan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

“Artinya tenaga kesehatan ini harus betul-betul orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan bersertifikasi. Tadi kami menemukan ada beberapa yang kurang sesuai dengan kompetensinya. Ini harus dibenahi ke depannya karena pelayanan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus diutamakan dan SDM-nya harus sesuai standar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD KBB juga meminta Pemerintah Daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan RSUD. Pasalnya, rumah sakit tersebut selama ini ditopang melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dinilai telah menunjukkan kemandirian yang cukup baik.

Baca Juga:  Bertolak ke China, Menhan Prabowo temui Presiden Xi Jinping

 

Dalam kunjungan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD KBB, Ahmad Fauzi, Liwa Ulhamdi, H Rismanto, Asep Miftah Sofwan, kunjungan tersebut di sambut baik Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula berserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD KBB, Ahmad Fauzi, Liwa Ulhamdi, H Rismanto, Asep Miftah Sofwan, kunjungan tersebut di sambut baik Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula berserta jajaran.

Meski demikian, DPRD menilai dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap perlu diperkuat guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memenuhi kebutuhan SDM yang masih kurang.

“Terkait hal ini juga harus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Karena ini ditanggung oleh BLUD, artinya secara kemandirian sudah sangat luar biasa. Namun intervensi bantuan APBD tetap perlu kita dorong bersama-sama,” ujarnya.

Temuan Komisi I DPRD KBB tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat kapasitas SDM, serta memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang profesional dan sesuai standar.

RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)
RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/dok. Sekitarkita.id)

Dalam kunjungan sidak yang dilakukan pada hari Jumat 5 Juni 2026 tersebut, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD KBB, Ahmad Fauzi, Liwa Ulhamdi, H Rismanto, Asep Miftah Sofwan, kunjungan tersebut di sambut baik Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula berserta jajaran.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul
PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029
Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG
Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:01 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:15 WIB

Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran

Berita Terbaru

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Bandung Barat

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:01 WIB