Pesan Menohok Kemendes PDTT di Momen Bimtek APDESI Kabupaten Bekasi

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2024 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Kemendes PDTT Bidang Pusat Pengembangan Masyarakat Desa, Muhammad Faturahman (Foto: istimewa )

i

Direktur Jenderal Kemendes PDTT Bidang Pusat Pengembangan Masyarakat Desa, Muhammad Faturahman (Foto: istimewa )

SekitarKita.id- Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang bertemakan peningkatan kapasitas pengadaan barang/jasa (barjas) dan pencegahan tindak pidana korupsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bekasi mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

Direktur Jenderal Kemendes PDTT Bidang Pusat Pengembangan Masyarakat Desa, Muhammad Faturahman, menyampaikan dukungannya atas inisiatif APDESI yang didukung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman perangkat desa terkait administrasi pemerintahan, terutama dalam pengadaan barang/jasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat mengapresiasi DPMD Kabupaten Bekasi bersama APDESI atas penyelenggaraan kegiatan ini. Sebenarnya banyak kepala desa yang ingin bekerja dengan baik, tetapi sebagian besar masih kurang memahami administrasi,” ujar Muhammad Faturahman saat membuka acara di Hotel Grand Preanger Bandung, Selasa (10/12/2024).

Penguatan Administrasi untuk Hindari Kesalahan

Muhammad Faturahman menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama pemerintah desa adalah kurangnya pemahaman administrasi dalam pengelolaan keuangan.

Baca Juga:  Dugaan Perselingkuhan Kepala BKPSDM Bandung Barat Jadi Sorotan, DPRD Awasi Ketat Inspektorat

Hal ini sering kali menimbulkan persepsi yang keliru dari aparat penegak hukum terkait dugaan tindak korupsi.

“Kesalahan administrasi sering kali dianggap sebagai korupsi oleh aparat, padahal sebetulnya hanya ada ketidaksesuaian atau perubahan yang belum diadministrasikan dengan baik,” terangnya.

Ia mencontohkan, jika ada proyek jalan sepanjang 500 meter yang di lapangan berubah menjadi 600 meter, diperlukan penyesuaian melalui adendum rencana anggaran biaya (RAB) agar sesuai dengan kondisi aktual.

Faturahman juga menekankan bahwa bimtek barjas tidak hanya penting untuk kepala desa dan sekretaris desa, tetapi juga untuk perangkat desa lainnya, terutama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), yang bertanggung jawab langsung di lapangan.

“TPK ini aktor utama di lapangan, sehingga penting bagi mereka memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik,” tambahnya.

Dukungan DPMD Jawa Barat

Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa DPMD Provinsi Jawa Barat, Bayu Rahmana, turut menyampaikan apresiasinya.

Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa DPMD Provinsi Jawa Barat, Bayu Rahmana (foto: istimewa)
Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa DPMD Provinsi Jawa Barat, Bayu Rahmana (foto: istimewa)

Ia menilai kegiatan bimtek ini sangat relevan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan desa yang sesuai dengan aturan.

Baca Juga:  Momentum di Hari Bhayangkara Ke-77, Kapolri Raih Sabuk Hitam Bela Diri Judo

“Kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat kemampuan perangkat desa dalam mengelola keuangan, terutama dalam pengadaan barang dan jasa, yang merupakan bagian integral dari APBDes,” ujar Bayu.

Bayu juga menegaskan bahwa desa tidak perlu takut menjalankan program yang menggunakan dana APBDes selama dikelola dengan benar sesuai ketentuan.

“Selama dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat, tidak perlu ragu. Apalagi ada narasumber dari aparat penegak hukum yang memberikan pemahaman langsung,” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan program-program peningkatan kapasitas yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri melalui program P3BD (Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Desa).

Bayu berharap, dengan adanya bimtek ini, kepala desa dan perangkat desa tidak lagi menghadapi masalah hukum akibat kesalahan administrasi.

“Intinya, kesalahan ini bukan karena niat buruk, melainkan kurangnya pemahaman. Tugas kami adalah membimbing agar desa dapat semakin mandiri dan berdaya,” tutupnya.

Melalui bimtek ini, diharapkan seluruh perangkat desa di Kabupaten Bekasi dapat lebih memahami tata kelola pengadaan barang/jasa dan mengelola dana desa dengan transparan dan akuntabel, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga:  Soal perijinan Sio Waterpark, Satpol-PP Kabupaten Bekasi diduga sekongkol

 

 

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan Jeje

Berita Terkait

Geram! Dugaan Bagi-Bagi Duit di Pemilihan BPD Pasirlangu, DPRD KBB Dorong Investigasi
P4KBB Soroti Mandeknya Flyover Cimareme, Siap Turun ke Jalan Tagih Komitmen DPRD KBB
Polres Cimahi Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ribuan Hektare Lahan Jagung Mulai Panen di KBB
Kembali Nahkodai P4KBB, Yacub Apresiasi Suksesnya Milangkala ke-5 dan Mubes Perdana
Turnamen Voli Putri DPRD Cup Series 2 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet KBB 
Tepis Isu Dua Kubu, Bintang Pamungkas Ajak Kader NasDem KBB Perkuat Konsolidasi
Konsolidasi Diperkuat, NasDem Jabar Targetkan KBB Jadi Lumbung Suara Pemilu 2029
Pilkada Usai, Bupati Jeje Ajak NasDem KBB Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:21 WIB

Geram! Dugaan Bagi-Bagi Duit di Pemilihan BPD Pasirlangu, DPRD KBB Dorong Investigasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:52 WIB

P4KBB Soroti Mandeknya Flyover Cimareme, Siap Turun ke Jalan Tagih Komitmen DPRD KBB

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:39 WIB

Polres Cimahi Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ribuan Hektare Lahan Jagung Mulai Panen di KBB

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:46 WIB

Kembali Nahkodai P4KBB, Yacub Apresiasi Suksesnya Milangkala ke-5 dan Mubes Perdana

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Turnamen Voli Putri DPRD Cup Series 2 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet KBB 

Berita Terbaru