Nasib Pilu Entin Kartini, Warga Bandung Barat yang Terhambat Regulasi BPJS hingga Open Donasi

- Penulis

Senin, 17 Februari 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.ID – Nasib pilu dialami Entin Kartini (50), warga Kampung Ciburial, RT01/RW01, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Entin harus menjalani operasi bedah pada bagian dubur akibat menderita abses kulit furuncle dan carbuncle of limb atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus.

Kondisinya yang semakin memprihatinkan membuatnya dirawat di rumah sakit di bilangan Kecamatan Padalarang, KBB, pada Sabtu, 17 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendala Administrasi BPJS

Asep Suparman (62), suami Entin, mengungkapkan bahwa upaya mengurus jaminan kesehatan sudah dilakukan sejak lama. Namun, regulasi yang rumit menyebabkan kendala dalam penanganan operasi istrinya.

“Saya sudah mengurus sejak tahun 2023, tetapi kartu BPJS KIS belum juga aktif. Saat mencoba menggunakan layanan kesehatan di RS wilayah Cimahi, ternyata BPJS tidak bisa digunakan, sehingga pengobatannya tertunda,” ujar Asep.

Selama masa perawatan di rumah, putranya, Andi Supandi (30), berupaya melakukan registrasi ulang melalui operator Desa Cibogo dan kantor BPJS terdekat.

Baca Juga:  Gedung IKALUIN Jakarta Diresmikan, Kang Ace: Dilaksanakan Usai Pemilu Agar Tidak Digunakan untuk Kepentingan Politik

Sayangnya, hasilnya nihil. Akhirnya, Entin dibawa kembali ke RS Kartini Padalarang karena kondisinya memburuk.

Upaya Mencari Bantuan

Andi menjelaskan bahwa sebelumnya ia memiliki BPJS Mandiri dari tempat dirinya bekerja.

Namun, karena lama tidak aktif, mereka harus membayar denda sebesar Rp3 juta agar dapat digunakan kembali.

“KK saya sudah pisahkan sejak tahun 2023, namun saat didaftarkan ulang, KK milik ibu belum muncul di sistem DTKS. Akhirnya saya meminta bantuan salah satu anggota DPRD KBB ibu Nur dan disarankan untuk membawa ke RS Kartini Padalarang yang bisa mengcover pasien BPJS PBI,” jelasnya.

Meskipun jarak antara Lembang dan Padalarang cukup jauh, demi keselamatan sang ibu, mereka tetap menempuh perjalanan tersebut.

“Berkat bantuan anggota DPRD KBB, ibu saya akhirnya bisa mendapatkan perawatan awal pada Minggu (16/02) sambil menunggu aktivasi jaminan kesehatan,” kata dia.

Penggalangan Dana dan Bantuan Pemerintah

Sebagai langkah antisipasi apabila BPJS PBI tetap tidak bisa digunakan, keluarga membuka donasi untuk biaya operasi.

Baca Juga:  Bank Indonesia Luncurkan Tujuh Pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022, Intip Foto dan Maknanya

Dalam waktu satu hari, sejak Minggu (16/02) pukul 20.00 WIB hingga Senin (17/02) pukul 12.00 WIB, donasi yang terkumpul mencapai Rp5 juta.

“Alhamdulillah banyak yang mendukung open donasi melalui medsos, termasuk respon cepat dari Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto. Terima kasih banyak,” ujar Andi.

Kisah Entin Kartini menjadi potret perjuangan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya dapat diakses dengan mudah.

“Semoga perbaikan sistem dan regulasi dapat terus dilakukan demi kemudahan akses kesehatan bagi seluruh warga Bandung Barat secara luas,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial KBB, Asep Sahabudin, merespons cepat aduan masyarakat dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan KBB untuk penanganan awal.

“Karena pasien tidak terdaftar di DTKS, kami menyarankan pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Desa Cibogo yang ditandatangani oleh pemerintah Kecamatan Lembang sebelum diserahkan ke Dinkes. Dari Dinsos, kami bantu untuk menyetujui,” ungkap Asep.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Ridwan Abdullah Putra, langsung melakukan verifikasi data UHC BPJS agar Entin bisa segera menjalani operasi.

Baca Juga:  Bagaimana Boza dan Penyanyi Mencetak Hit Radio – Data Pemuat

“Sudah ACC Dinkes KBB dan sedang dalam proses verifikasi data UHC BPJS,” ujar Ridwan

Manfaat Program UHC BPJS

Sekedar informasi, UHC BPJS adalah program jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat dengan manfaat sebagai berikut:

– Meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

– Mengurangi beban finansial akibat biaya pengobatan yang tinggi.

– Meningkatkan kualitas hidup dengan layanan kesehatan yang lebih baik.

– Mengurangi ketimpangan kesehatan antara masyarakat kurang mampu dan yang lebih mampu.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat
Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling
Bupati Jeje Apresiasi HIPKI Bandung Barat, Program PKW dan PKK 2026 Jadi Terobosan Peningkatan SDM
Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh
Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:58 WIB

Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat

Senin, 25 Mei 2026 - 19:59 WIB

Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling

Senin, 25 Mei 2026 - 17:42 WIB

Bupati Jeje Apresiasi HIPKI Bandung Barat, Program PKW dan PKK 2026 Jadi Terobosan Peningkatan SDM

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Berita Terbaru