Ratusan Massa LAKI Geruduk Kantor Bupati Bandung Barat, Tuntut Penindakan Kasus Dugaan Korupsi

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bandung Barat pada Kamis, 22 Mei 2025.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Dalam aksi damai tersebut, massa LAKI mendesak Bupati Bandung Barat untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum pejabat yang diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Gunawan Rasyid alias Guras, menegaskan bahwa tuntutan yang disuarakan telah lebih dulu disampaikan secara persuasif melalui diskusi dengan Bupati, ajudan, hingga pejabat terkait. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak Bupati sebagai pembina kepegawaian.

Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bandung Barat pada Kamis, 22 Mei 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bandung Barat pada Kamis, 22 Mei 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Poin-poin tuntutan ini sebenarnya sudah kami diskusikan. Kami berharap pejabat yang diduga terlibat segera ditarik, terlebih ada kedaruratan dalam proses open bidding dan mutasi pejabat. Jangan sampai tahun 2025 pengadaan kembali dilakukan oleh pejabat yang sama,” ujar Guras ketua LAKI KBB kepada wartawan.

Baca Juga:  Desa Kertamulya Bandung Barat Sabet 2 Penghargaan di Pasanggiri Rampak Sekar 2024

Menurut LAKI, terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang cukup besar terjadi pada tahun 2024. Namun upaya mitigasi dan laporan resmi dari LAKI tidak mendapat respons dari pemerintah daerah. Kondisi ini memuncak dengan aksi massa yang digelar hari ini.

Pejabat Diduga Rangkap Jabatan

Gunawan menambahkan, indikasi rangkap jabatan oleh pejabat yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus panitia pengadaan barang dan jasa, sangat berpotensi menciptakan konflik kepentingan dan penyimpangan anggaran.

“Jika pejabat seperti ini masih diberikan kewenangan strategis di tahun 2025, potensi korupsi akan terus berulang,” tegasnya.

Koordinator aksi, Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid alias Guras (foto: Abdul Kholilulloh)
Koordinator aksi, Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid alias Guras (foto: Abdul Kholilulloh)

Selain persoalan korupsi, massa LAKI juga mengkritik mahal dan lamanya proses perizinan usaha di KBB. Menurut mereka, hal tersebut menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan menambah beban pelaku usaha.

“Banyak keluhan dari pengusaha. Biaya perizinan tinggi dan prosesnya lama. Ini sangat tidak berpihak pada masyarakat dan dunia usaha,” tambah Guras.

LAKI Desak Evaluasi Pejabat dan Transparansi Pengadaan

Dalam pernyataan resminya, LAKI meminta evaluasi menyeluruh terhadap pejabat aktif yang diduga terlibat praktik korupsi. Mereka juga menyebut telah mengantongi data dan bukti pendukung untuk laporan tersebut.

Baca Juga:  Seorang Pria di Lembang Bandung Barat Tewas Bersimbah Darah, 5 kali Ditusuk Gunakan Pisau Dapur

“Kami sudah punya minimal dua alat bukti baru. Jika tetap diabaikan, maka ada unsur pembiaran dari pemerintah daerah,” ujar Gunawan.

Massa LAKI menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspons. Mereka bahkan mengancam akan menginap di halaman kantor Bupati sampai ada kejelasan sikap.

“Kami siap bertahan di sini. Bila perlu tidur di halaman kantor Bupati sampai beliau datang dan bertindak,” tutupnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang
Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan
Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan
Diduga Lalai, Truk Tangki Hantam Angkot yang Berhenti di Cipatat—11 Orang Terluka
Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Perkuat Sektor Pertanian dari Hulu
Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Jumat, 24 April 2026 - 20:08 WIB

Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy

Jumat, 24 April 2026 - 15:27 WIB

Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang

Jumat, 24 April 2026 - 13:54 WIB

Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan

Jumat, 24 April 2026 - 09:53 WIB

Kios Pangan Permudah Akses Bahan Murah, DKPP KBB: Petani Lokal Ikut Diuntungkan

Berita Terbaru