Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan, Perkuat Sektor Pertanian dari Hulu

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks perkantoran Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kompleks perkantoran Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Ancaman kekeringan akibat perubahan iklim menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, penguatan sektor pertanian dari hulu kini menjadi fokus utama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, H.M. Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa kekeringan merupakan siklus alam yang harus dihadapi dengan kesiapan serta strategi yang matang.

“Ini persoalan besar, tetapi kita berharap dampaknya bisa diminimalisir. Saat ini teknologi sudah semakin canggih, termasuk kemampuan prediksi cuaca dari BMKG, sehingga sektor pertanian bisa lebih siap,” ujarnya saat ditemui di kantor, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski dihadapkan pada tantangan perubahan iklim, Kabupaten Bandung Barat masih mencatat kondisi surplus pangan. Hal tersebut terlihat dari perbandingan produksi yang masih lebih tinggi dibandingkan tingkat konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, H.M. Lukmanul Hakim (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, H.M. Lukmanul Hakim (foto: Abdul Kholilulloh)

Namun, Lukmanul mengakui bahwa distribusi hasil pertanian menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, sebagian hasil panen juga mengalir ke wilayah sekitar seperti Kota Bandung dan Cimahi, sehingga pergerakannya sulit dipantau secara rinci.

Baca Juga:  Mengerikan, 33 Ekor Hewan Ternak Domba di Bandung Barat Mati, ternyata ini Pemicunya

Menurutnya, faktor paling krusial dalam sektor pertanian adalah ketersediaan air. Kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga November berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman pangan, khususnya padi.

“Air menjadi faktor vital. Selain benih, pupuk, dan biaya produksi, keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan air,” jelasnya.

Kompleks perkantoran Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Kompleks perkantoran Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Strategi Pemkab Bandung Barat Hadapi Kekeringan

Untuk menghadapi potensi krisis air, lanjut Lumkmanul Hakim, Pemkab Bandung Barat telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya

-Irigasi perpompaan: Mengalirkan air dari sumber permukaan maupun air tanah ke lahan pertanian.

-Irigasi perpipaan: Distribusi air menggunakan jaringan pipa

-Pembangunan embung: Penampungan air hujan sebagai cadangan

-Dam parit: Pengelolaan aliran air skala kecil

-Optimalisasi pompanisasi: Pemanfaatan alat pompa yang sudah tersedia

Dari total luas lahan baku sawah sekitar 18.093 hektare, hanya sekitar 20 persen yang memiliki sistem irigasi. Sisanya masih mengandalkan tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap kekeringan.

“Kondisi ini membuat kami terus mendorong peningkatan infrastruktur air agar indeks pertanaman bisa meningkat dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun,” tambahnya.

Baca Juga:  Lima Dinas di KBB Masih Dipimpin Plt, Bupati Jeje Umumkan Open Bidding Akhir Januari 2026

Pemkab Bandung Barat juga mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat, khususnya dalam penguatan infrastruktur pertanian. Hal ini dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran daerah.

Disebutkan, anggaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengalami efisiensi hingga sekitar 40–45 persen pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami butuh dukungan pusat, apalagi ketahanan pangan menjadi bagian dari program prioritas nasional,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Bandung Barat juga mendorong penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan serta memiliki masa tanam lebih pendek.

Namun, pengembangan tersebut masih menunggu arahan dan dukungan dari pemerintah pusat serta lembaga penelitian.

Di sisi lain, pembenahan tanah dilakukan melalui program demonstrasi plot (demplot), yang telah menunjukkan peningkatan produktivitas di sejumlah wilayah.

Pemkab juga mengoptimalkan pemanfaatan alat dan sarana yang telah tersedia, seperti mesin pompa yang sudah disalurkan kepada kelompok tani. Peran penyuluh pertanian pun terus dimaksimalkan untuk mendampingi petani di lapangan.

“Kita tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga memaksimalkan potensi yang sudah ada,” kata Lukmanul.

Baca Juga:  'GNX' Kendrick Lamar, Pengajuan Kriminal Drake: 'Billboard Tanpa Clear out'

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Bandung Barat optimistis mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meminimalisir dampak kekeringan.

“Kalau tidak dilakukan upaya, tentu tidak akan cukup. Tapi dengan langkah-langkah ini, kita optimistis kebutuhan pangan tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru