Digigit Tikus, Pria di Bandung Barat Positif Virus Hanta, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 01:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

i

Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Seorang pria berusia 52 tahun asal Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dinyatakan positif terinfeksi Hantavirus usai mengalami gigitan tikus saat bekerja.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi dan lingkungan sekitar.

Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra, mengonfirmasi bahwa pasien berinisial O tersebut merupakan pekerja konstruksi yang mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, hingga muntah sejak awal Mei 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

Ia sempat berpindah-pindah fasilitas kesehatan hingga akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tempat ia didiagnosis awal dengan dugaan Leptospirosis.

“Namun setelah hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan RI di Salatiga keluar, pasien dipastikan positif terinfeksi Virus Hanta,” ujar Ridwan, Rabu (18/6/2025).

Virus Hanta: Ancaman Zoonosis Langka

Virus Hanta merupakan penyakit zoonosis yang langka di Indonesia. Penularannya bisa terjadi melalui gigitan tikus, atau kontak dengan urine, air liur, dan tinja hewan pengerat yang terinfeksi.

Baca Juga:  Dispernakan KBB Dorong Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Sidat Lewat Program “Ngalong” di Ngamprah

Virus ini bisa menyebabkan sindrom paru-paru Hantavirus (HPS) hingga sindrom ginjal hemoragik (HFRS), yang berpotensi fatal jika tidak ditangani cepat.

“Pasien menyebutkan bahwa ia digigit tikus saat sedang bekerja di proyek konstruksi di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung,” tambah Ridwan.

Penyelidikan Epidemiologi dan Langkah Mitigasi

Sebagai tindak lanjut, Tim Surveilans dari Puskesmas Ngamprah yang berkoordinasi dengan Dinkes KBB melakukan Penyelidikan Epidemiologi terhadap keluarga pasien serta lingkungan sekitar.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan lebih lanjut di komunitas.

“Hasil PE menunjukkan tidak ada warga sekitar yang menunjukkan gejala serupa. Ini menunjukkan penanganan cepat dan kolaboratif dari tim kesehatan,” kata Ridwan didampingi Kabid P2P Dinkes KBB, Dr. Nurul Rasihan.

Dinkes KBB juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan, terutama bagi pekerja lapangan atau yang sering beraktivitas di area rawan hewan pengerat.

Masyarakat diminta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.

Baca Juga:  Milangkala ke-166, Cililin Ngahiji Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Marwah dan Kejayaan Pituin

“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, muntah, nyeri tubuh mendadak, dan kelelahan ekstrem. Jangan menyepelekan gigitan hewan pengerat,” pungkas Ridwan.

Warga Apresiasi Tindakan Cepat Pemerintah

Salah satu warga Bojongkoneng, Neneng Rosidah, mengapresiasi respons cepat dari pemerintah dalam menangani kasus langka ini.

“Sebagai warga, kami merasa lebih tenang. Respon dari Puskesmas dan Dinkes sangat cepat. Ini bukti bahwa pemerintah serius melindungi warganya,” ucap Neneng saat ditemui di lokasi PE.



Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Berita Terbaru

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Bandung Barat

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:04 WIB