SEKITARKITA.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) menggelar Kontes dan Ekspo Perikanan dan Peternakan 2025 di Lapangan Pusdikav, Kota Baru Parahyangan, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, pada Rabu, 23 Juli 2025.
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 367 ekor hewan ternak dan ikan dari berbagai kategori, seperti sapi perah, sapi potong, domba Garut, kambing, dan ikan hias, serta melibatkan pelaku usaha peternakan dan perikanan se-Kabupaten Bandung Barat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku sektor perikanan dan peternakan yang berpartisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah mendukung peternak dan pembudidaya.
“Kegiatan ini tidak sekadar kontes, tapi juga bentuk syukur atas capaian pembangunan sektor peternakan dan perikanan di KBB,” ujar Jeje.
Ia menyebut, Bandung Barat memiliki potensi besar di sektor tersebut yang tersebar di 16 kecamatan. Mulai dari sapi potong, ayam petelur, ikan konsumsi, hingga domba Garut seperti Raja Kasep.
Namun, tantangan tetap ada, seperti terbatasnya ketersediaan pakan, isu kesehatan hewan, hingga minimnya regenerasi peternak muda.
“Maka dari itu, kami fokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan, dan penyediaan sarana-prasarana peternakan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memotivasi para pembudidaya dan peternak dalam menyediakan replacement stock yang berkualitas, serta meningkatkan mutu dan daya saing ikan dan ternak di Bandung Barat.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para pembudidaya dan peternak dalam menghasilkan benih ikan serta bibit ternak unggul melalui manajemen yang baik. Ini sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan dan peternakan,” ujar Wiwin.
Lebih dari itu, kontes ini menjadi sarana silaturahmi antara peternak, pembudidaya, masyarakat umum, dan pemerintah, serta wadah evaluasi terhadap kinerja Dispernakan KBB demi perbaikan di masa depan sesuai arahan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin melestarikan plasma nutfah serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di sektor perikanan dan peternakan.
“Dispernakan KBB juga berkomitmen menjadikan acara ini sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem pembinaan ke depan,” ujarnya.
Dikatakan Wiwin, proses penjurian melibatkan para ahli dari berbagai unsur, yakni, Praktisi peternakan dan perikanan, Akademisi dari perguruan tinggi, Perwakilan asosiasi profesi, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Perikanan dan Peternakan KBB.
“Selain kontes, acara ini juga diramaikan dengan pameran produk unggulan sektor perikanan dan peternakan, seperti, obat-obatan hewan, produk olahan hasil perikanan dan peternakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dispernakan KBB dan UMKM lokal,” tandasnya.
Berikut Rincian Jumlah Peserta dan Kategori Kontes
Kontes dan Ekspo ini mencatatkan partisipasi sebanyak 367 ekor hewan dan ikan, dengan rincian sebagai berikut:
1. Sapi Perah (Total 18 ekor)
-Umur 9–12 bulan: 9 ekor
– Umur 15–18 bulan: 9 ekor
2. Sapi Potong
Kategori Jantan Ekstreme: 9 ekor
3. Domba Garut (Total 122 ekor)
– Ratu Bibit (gigi 1–2 pasang): 24 ekor
– Raja Calon Pejantan (maks 2 pasang gigi): 22 ekor
– Raja Pedaging: 6 ekor
– Petet Jantan (maks 1 pasang gigi): 24 ekor
– Domba Garut Jajalon: 36 ekor
– Domba Garut Ekstreme: 10 ekor
4. Kambing Jantan
Kambing Jantan Ekstreme: 18 ekor
5. Ikan Hias (Total 200 ekor)
-Ikan Cupang: 100 ekor
– Ikan Louhan: 50 ekor
– Ikan Guppy: 50 ekor
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








