SEKITARKITA.id – Sebanyak 199 pelajar di wilayah Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10/2025).
Para pelajar yang terdampak berasal dari empat sekolah, yaitu SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK PNC.
Awalnya, mereka menjalani perawatan di Puskesmas Cibodas, sementara beberapa siswa dengan gejala lebih berat dirujuk ke Klinik Sespim dan RSUD Lembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika tujuh siswa mengalami mual, muntah, dan pusing setelah makan siang.
Namun, menjelang sore hari jumlah korban terus bertambah hingga mencapai ratusan. Hingga malam, siswa masih berdatangan ke puskesmas diantar oleh orang tua mereka.
Beberapa mobil ambulans disiagakan untuk membawa korban dengan gejala berat ke fasilitas kesehatan lain di wilayah Lembang.
Berdasarkan data yang diterima redaksi Sekitarkita.id dari Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Rabu (29/10/2025) pukul 13.29 WIB.
Berikut rincian jumlah korban dan penanganannya.
Puskesmas Cibodas, 89 pasien, 18 masih dirawat (total 107 orang)
Klinik Sespim, 33 pasien, seluruhnya sudah pulang dan dinyatakan membaik
RSUD Lembang, 11 pasien, 9 masih dirawat (total 20 orang)
Posko Desa Cibodas 30 pasien, 9 masih dirawat (total 39 orang).
Secara keseluruhan, jumlah korban mencapai 199 siswa, dengan 163 dinyatakan sembuh dan 36 siswa masih menjalani perawatan medis.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan tim investigasi lapangan untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan massal tersebut.
“Kami masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pastinya. Semua pasien dalam pengawasan tenaga medis dan kondisinya stabil,” ujar dr. Lia kepada Sekitarkita.id.
Ia menegaskan, pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kasus ini dan berkomitmen agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, dan penyedia makanan MBG untuk memastikan keamanan pangan bagi siswa, termasuk peningkatan pengawasan kualitas makanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, mengatakan pihaknya telah menyiapkan GOR Desa Cibodas sebagai posko darurat untuk menampung dan menangani para korban secara sementara.
“Kami fokus pada penanganan korban di Puskesmas Cibodas. Untuk penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan,” ungkap Dindin Sukaya.
Kasus dugaan keracunan makanan program MBG di Lembang ini menjadi perhatian publik dan pemerintah daerah.
Evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan distribusi dan kualitas makanan akan menjadi langkah penting agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman dan bermanfaat bagi pelajar di Kabupaten Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








