Nestapa Bah Cahria di Karawang: Rumah Hampir Roboh, Bertahan di Tengah Harapan Bantuan Rutilahu

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah tidak layak huni di Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/Sekitarkita.id)

i

Rumah tidak layak huni di Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/Sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Nestapa tengah dialami Bah Cahria (52), warga Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama istri Sri Wahyuni (37) dan dua anaknya kini nyaris roboh dan tidak lagi layak huni.

Berdiri di atas lahan seluas 6×7 meter, rumah peninggalan orang tuanya yang hanya berukuran 4×5 meter itu tampak rapuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinding dari anyaman bambu sudah banyak berlubang, atap genteng bocor hingga harus ditutupi terpal seadanya, dan lantainya masih berupa tanah. Rumah itu hanya memiliki satu kamar tidur tanpa sekat yang memadai.

Bah Cahria (52) dan istri Sri Wahyuni (37), warga Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/ sekitarkita.id)
Bah Cahria (52) dan istri Sri Wahyuni (37), warga Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/ sekitarkita.id)

“Kalau hujan deras disertai angin kencang, saya suka khawatir rumah ambruk. Dindingnya sudah bolong-bolong, kadang kalau hujan saya tidur di rumah saudara. Banyak nyamuk dan tikus juga,” ungkap Cahria kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Sehari-hari, Cahria bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu.

“Per hari dapat Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, kadang juga enggak dapat apa-apa. Kalau lagi susah, saya sampai harus pinjam ke tetangga buat makan,” ujarnya dengan nada lirih.

Baca Juga:  Kadin KBB Dukung UMKM Bandung Barat Tembus Pasar Arab Saudi Lewat ITPC Jeddah

Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bersyukur masih bisa bertahan. Namun, ia berharap pemerintah Kabupaten Karawang bisa turun tangan membantu memperbaiki rumahnya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Kami ingin diperhatikan pemerintah Karawang, mudah-mudahan bisa membantu memperbaiki rumah kami,” harapnya.

Rumah tidak layak huni di Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/Sekitarkita.id)
Rumah tidak layak huni di Kampung Kaceot 1, RT 02/RW 13, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/Sekitarkita.id)

Ketua RT 02, Tarja, membenarkan kondisi rumah Bah Cahria yang sudah tidak layak huni.

“Untuk rumah Bapa Cahria ini memang benar tidak layak huni. Saya sudah meminta bantuan ke kelurahan dan ke dewan juga, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ucap Tarja.

Ia menjelaskan, Bah Cahria memang hidup dalam kondisi serba kekurangan.

“Sehari-hari beliau kerja serabutan, kadang dapat Rp30–50 ribu per hari. Memang sudah dapat bantuan PKH dan BPNT, tapi saya berharap pemerintah bisa segera membantu lewat program Rutilahu. Rumahnya sudah tidak layak untuk tempat beristirahat,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Tunggak Jati, Farida Heryanti, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke rumah Bah Cahria.

“Sudah kita cek. Alhamdulillah, beliau menerima bantuan sosial seperti Bansos, BPNT, dan PKH. Untuk rumahnya, akan kita ajukan ke Dinas PRKP agar bisa mendapat bantuan program Rutilahu, tentunya dengan syarat melampirkan fotokopi sertifikat hak milik rumah,” jelas Farida.

Baca Juga:  Dampingi Prabowo, Seskab Teddy Ikut Bertemu Putin di Rusia, Kenang Sejarah Diplomatik Indonesia–Rusia

Farida menegaskan, pemerintah kelurahan siap membantu proses administrasi agar pengajuan tersebut bisa segera terealisasi.

Kisah Bah Cahria menjadi potret nyata masih banyaknya warga Karawang Barat yang hidup di bawah garis sejahtera.

Mereka berharap perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah agar program bantuan perumahan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru