SEKITARKITA.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat berjanji akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, yang selama ini dikeluhkan warga dan petani sayur karena menyulitkan mobilitas mereka.
Perbaikan tersebut direncanakan terlaksana pada akhir tahun 2025 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Hal ini dikatakan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat, Mochammad Ridwan Evi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa terakhir kali jalan di kawasan tersebut diperbaiki menggunakan hotmix adalah pada tahun 2019. Setelah itu, belum ada perbaikan menyeluruh karena keterbatasan anggaran.
“Jalan di Bojongkoneng sudah kami laksanakan perbaikannya tahun 2019. Setelah itu, hanya dilakukan pelebaran bahu jalan menggunakan beton karena keterbatasan anggaran,” ujar Ridwan saat ditemui pada Rabu, 23 April 2025.
Dijelaskan Ridwan, jalan utama yang dimaksud adalah Jalan Raya Salem, penghubung antara Kecamatan Ngamprah dan Kecamatan Padalarang. Saat ini, kondisi jalan sangat memprihatinkan.
Berdasarkan pemantauan, jalan sepanjang sekitar 4 meter tersebut dipenuhi batu besar, lumpur, serta tidak lagi memiliki lapisan aspal. Hanya terlihat sisa coran semen di kanan dan kiri jalan sebagai hasil pelebaran sebelumnya.
Ridwan mengungkapkan bahwa Pemkab sempat mengusulkan bantuan dana kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk proyek perbaikan, termasuk untuk ruas Jalan Saguling–Jati dan Maribaya–Patrol. Namun, usulan tersebut tidak disetujui.
Kendati demikian, Pemkab Bandung Barat tetap berkomitmen untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Saya sudah bicara dengan Pak Bupati dan Pak Sekda. Di APBD Perubahan 2025, perbaikan akan dilaksanakan. Namun karena waktunya terbatas, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan waktu yang tersedia,” tambahnya.
Terpisah, Camat Ngamprah, Agnes Virganty mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan kordinasi dengan para petinggi pemerintahan di Bandung Barat untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan rusak yang belum kunjung diperbaiki itu.
Seperti yang diketahui, jalan kewenangan kabupaten tersebut menjadi akses utama warga itu sudah mengalami kerusakan sejak 2018-2019, namun hingga kini belum mendapat penanganan menyeluruh.
“Jalan itu kewenangan Kabupaten, tetapi saya atas nama pemerintah, memohon maaf apabila jalan menuju RW 17 di Kampung Lapang masih belum optimal. Ini menjadi perhatian kami dan sudah diusulkan melalui Musrenbang dari tingkat desa hingga kabupaten,” kata Agnes ditemui pewarta Sekitarkita.id di kantor Desa Cilame, Rabu 23 April 2025.
Agnes berkomitmen, atas nama pemerintah Bandung Barat akan segera menyelesaikan permasalah itu secepat mungkin dengan kondisi dan keterbatasan yang ada.
Menurut Agnes, perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan di tingkat Bandung Barat, khususnya pada ruas Pasir Warung Awi.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu kerusakan diperparah akibat hujan deras yang menyebabkan genangan lumpur.
“Jalan itu sudah diusulkan untuk perbaikan dan sudah kami koordinasikan. Kemarin warga juga sempat bergotong royong untuk penanganan sementara,” ucapnya.
Sebelumnya, jalan rusak diwilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ramai media sosial (medsos) menjadi sorotan publik.
Akses jalan yang terletak di Kampung Salem Lapang, RT 02 RW 17, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah KBB kondisinya memprihatinkan.
Informasi yang dihimpun redaksi, kerusakan yang cukup parah hampir bertahun-tahun itu menghambat aktivitas ekonomi warga dan membahayakan pengendara.
Dari video yang beredar di medsos, jalan yang biasa digunakan warga hilir mudik baik mengangkut hasil pertanian maupun anak sekolah yang hendak melintas hanya dibeton di bagian sisi.
Sementara bagian tengah masih berupa jalan berbatu dan berlubang, bahkan berlumpur di beberapa titik.
Dilihat video itu, sejumlah warga terlihat bergotong royong menabur batu agar kendaraan bisa melintas lebih mudah.
“Inilah kondisi jalan utama yang biasa dilintasi masyarakat baik yang mau ke kebun maupun anak-anak yang mau ke sekolah, rusak parah,” kata warga dalam video yang diunggah Info Bandung Barat dikutip Sekitarkita.id, Selasa 22 April 2025.
Masyarakat berharap, akses jalan tersebut segera diperbaiki mengingat kondisi buruk dan terjal.
“Ya semoga di perbaiki lah segera, untuk pemerintah Bandung Barat agar lebih memperhatikan meskipun kami (warga) di kampung setidaknya dapat perhatian,” ujarnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








