SEKITARKITA.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, membagikan strategi jitu pengelolaan BUMDes dan BUMDesma agar berjalan profesional dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan BUMDes dan BUMDesma yang digelar di Aula Desa Bojongkoneng, Jumat (16/1/2025).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pengelola BUMDes dan BUMDesma, mulai dari manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemahaman regulasi, hingga mitigasi risiko bisnis desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tenaga Ahli BUMDesma Kabupaten Bandung Barat, Arman Aditya, menegaskan bahwa BUMDes merupakan badan usaha, sehingga pengelolaannya harus mengacu pada prinsip bisnis, bukan sekadar administrasi pemerintahan.
“BUMDes bukan APBDes. Modal harus dijaga agar terus berputar. Jika terjadi kerugian akibat kelalaian atau kesengajaan, itu bisa menjadi tanggung jawab pribadi pengelola,” tegas Arman ditemui dilokasi.
Ia juga meluruskan pemahaman soal penggunaan anggaran ketahanan pangan. Menurutnya, RAB bukan target menghabiskan anggaran, melainkan alat perencanaan untuk menjaga keberlanjutan usaha.
“Dalam usaha, cadangan modal itu wajib. Menghabiskan anggaran tanpa mitigasi risiko adalah kesalahan fatal,” ujarnya.
Selain itu, Arman menekankan bahwa laporan keuangan BUMDes sudah memiliki standar baku sesuai Permendesa Nomor 3 Tahun 2021, sehingga tidak perlu dibuat rumit untuk menghindari persoalan hukum.
Sementara itu, Direktur BUMDes Baraya Rancage Bojongkoneng, Yayan Hernawan, menyampaikan bahwa BUMDes saat ini mengelola program ketahanan pangan jagung sebagai komoditas unggulan dengan masa tanam singkat dan potensi keuntungan tinggi.
“Target produksi 6–7 ton per hektare. Panen perdana diperkirakan akhir Februari 2025 dan akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.
Ketua BUMDesma Bogasih, Samsul Anwar, menambahkan bahwa BUMDesma saat ini mengelola sejumlah unit usaha lintas desa, seperti pabrik minyak cengkeh, sapi perah, dan perikanan, yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.
“Harapannya unit usaha ini mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi desa,” ujarnya.
Kepala Desa Bojongkoneng, Tarmaya, menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama keberhasilan BUMDes dan BUMDesma.
“Modal besar tanpa kemampuan pengelolaan justru berisiko. Target kami jelas, BUMDes menjadi penggerak utama ekonomi desa,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BUMDes, BUMDesma, perangkat desa, serta perwakilan desa-desa yang tergabung dalam BUMDesma Bogasih.
Hadir sebagai narasumber utama, Tenaga Ahli BUMDesma Kabupaten Bandung Barat, Arman Aditya, yang menyampaikan materi secara komprehensif dan lugas.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan








