SEKITARKITA.id– Asep Miftah Sofwan anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Golkar. Politisi yang kini bertugas di Komisi I DPRD KBB tersebut menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dari daerah pemilihan (Dapil) 1.
Dalam keterangannya saat kegiatan reses masa sidang kedua, Asep Miftah Sofwan menjelaskan bahwa reses merupakan mekanisme resmi bagi anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.
“Proses hari ini adalah reses masa sidang kedua saya sebagai anggota dewan dari Dapil 1. Saya sudah melakukan reses di beberapa titik. Reses ini merupakan mekanisme penjaringan aspirasi masyarakat oleh anggota DPRD,” ujar Asep saat ditemui di Sekretariat P4KBB, Desa Cilame, Kecamatan Nganprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 10 Meret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selain melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), masyarakat juga memiliki jalur lain untuk menyampaikan usulan program pembangunan, yakni melalui aspirasi anggota DPRD.
Ia menegaskan, meskipun dirinya bertugas di Komisi I, masyarakat tetap dapat mengusulkan berbagai program pembangunan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.
“Walaupun saya anggota Komisi I, masyarakat tetap berhak mengusulkan aspirasi terkait bidang apa pun, baik itu infrastruktur, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya,” katanya.
Dari hasil reses yang telah dilakukan, Asep mengungkapkan bahwa sebagian besar aspirasi masyarakat masih didominasi oleh kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa saat ini program pembangunan jalan lingkungan belum masuk dalam skema program pembangunan tahun ini.
“Kebanyakan aspirasi masyarakat berkaitan dengan infrastruktur, terutama jalan lingkungan. Namun untuk tahun ini program jalan lingkungan belum tersedia. Mungkin bisa dipertimbangkan kembali pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah usulan pembangunan infrastruktur lainnya masih memungkinkan untuk diajukan, seperti pembangunan jalan umum, drainase, serta sarana pendukung lainnya.
Selain infrastruktur, Asep juga menegaskan bahwa dirinya akan memberikan perhatian khusus terhadap penguatan sektor ekonomi masyarakat, terutama melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia menilai, UMKM memiliki peran penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.
“Dalam waktu dekat saya lebih fokus pada bagaimana kita bisa mendukung UMKM, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun dukungan modal. Ini penting dalam rangka membangun ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa dalam era otonomi daerah, kebijakan pembangunan seharusnya lebih berbasis pada partisipasi publik dan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kebutuhan di wilayahnya masing-masing.
“Dalam era otonomi daerah, kebijakan pembangunan harus mengarah pada partisipasi publik dan aspirasi masyarakat. Karena masyarakat sendiri yang paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan kekurangan di lingkungannya,” katanya.
Ia berharap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses dapat menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas kebijakan pembangunan.
“Harapannya aspirasi masyarakat ini bisa diperjuangkan, diamankan, dan masuk dalam kebijakan pemerintah sehingga benar-benar menjadi program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan, reses masa sidang kedua ini, Asep Miftah Sofwan anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Golkar menyerap aspirasi dari para tokoh Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) dan tokoh pendiri KBB. seluruh aspirasi di tampung.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan








