SiLPA Rp200,5 Miliar Jadi Alarm Serius, DPRD KBB Desak Percepatan Realisasi Anggaran 2026

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Paripurna DPRD KBB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (31/3/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Rapat Paripurna DPRD KBB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (31/3/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga Rp200,5 miliar menjadi sorotan tajam DPRD.

Angka tersebut dinilai sebagai sinyal kuat perlunya percepatan realisasi program dan pembenahan tata kelola anggaran daerah.

Sorotan ini mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD KBB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD KBB, Jajang Sukmahari, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin SiLPA besar terus berulang tanpa evaluasi mendalam.

Ia menilai, tingginya sisa anggaran justru mencerminkan belum optimalnya penyerapan program pembangunan.

Rapat Paripurna DPRD KBB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (31/3/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Rapat Paripurna DPRD KBB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (31/3/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

“Ini harus menjadi alarm serius. Anggaran yang tidak terserap berarti ada program yang tidak berjalan dan kebutuhan masyarakat yang tertunda,” ujarnya.

Jajang mengungkapkan, sebelum audit dilakukan, SiLPA tercatat sekitar Rp127 miliar. Namun setelah ditambah akumulasi dari tahun sebelumnya, jumlahnya melonjak hingga Rp200,5 miliar.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa semata-mata dibungkus dengan alasan efisiensi.

DPRD menilai, besarnya SiLPA juga berpotensi menunjukkan lemahnya perencanaan serta lambannya eksekusi program di lapangan.

Baca Juga:  Suara Aktivis Papua: Pemerintah Serius Bangun Tanah Papua Lewat Komite Eksekutif Otsus
Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tuai sorotan Selasa (31/3/2026), foto: Abdul Kholilulloh
Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tuai sorotan Selasa (31/3/2026), foto: Abdul Kholilulloh

“Efisiensi itu baik, tapi harus terukur. Kalau anggaran tidak digunakan, itu bukan efisiensi, melainkan kegagalan menjalankan program,” tegas politisi PKS tersebut.

Dalam pembahasan LKPJ, Pansus VIII juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja pemerintah daerah.

Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program harus dilakukan secara lebih tepat waktu, responsif, dan berorientasi hasil.

DPRD KBB pun mendesak agar pembahasan perubahan APBD 2026 dipercepat, sehingga sisa anggaran yang ada dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kami ingin anggaran ini segera bergerak. Jangan sampai hanya menjadi angka di laporan tanpa dampak nyata bagi publik,” katanya.

Lebih lanjut, DPRD menegaskan bahwa SiLPA tidak boleh menjadi angka pasif yang terus mengendap setiap tahun.

Seluruh sisa anggaran harus segera dioptimalkan untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat.

“Ini uang rakyat. Harus kembali ke rakyat dalam bentuk program nyata, bukan sekadar tersimpan dalam laporan keuangan,” pungkas Jajang.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026
Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat
Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling
KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru
Bupati Jeje Apresiasi HIPKI Bandung Barat, Program PKW dan PKK 2026 Jadi Terobosan Peningkatan SDM
Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:40 WIB

Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:25 WIB

BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 20:58 WIB

Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WIB

KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru

Berita Terbaru

Proses penyembelihan dilaksanakan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/5/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Tak Berkategori

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB