Cerita pemudik Cikarang-Bandung, pilih menggunakan motor tua libas jalur Padalarang

- Penulis

Jumat, 5 April 2024 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pemudik menggunakan motor tua dari Cikarang menuju Cileunyi Bandung sempat mogok di Pos Pengamanan Padalarang (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Seorang pemudik menggunakan motor tua dari Cikarang menuju Cileunyi Bandung sempat mogok di Pos Pengamanan Padalarang (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat | Sekitarkita.id,- Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh para pemudik pulang ke tempat mereka berakar dan bertemu dengan orang-orang terkasih membawa sukacita tersendiri.

Pada momen spesial lebaran ini, mudik atau pulang ke kampung halaman saat hari raya memang selalu dinantikan bagi para perantauan.

Namun, seperti halnya menuju Roma, banyak jalan pula yang dipilih untuk mudik. Termasuk menggunakan jalur darat seperti yang dilakukan Arga Bayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap tahun, Arga pasti menyempatkan waktu untuk mudik dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, ke Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pria 26 tahun itu, memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan di puncak arus mudik lebaran 2024 yang diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu ini.

Arga Bayu, pemudik (foto: Abdul Kholilulloh)
Arga Bayu, pemudik (foto: Abdul Kholilulloh)

“Mudik lebih awal setelah bekerja di PT udah libur cuti bersama. Sekarang mau pulang ke rumah mamah di Bandung (Cileunyi), dari Cikarang. Kebetulan hari ini terakhir kerja sebelum Lebaran, makanya langsung pulang. Naik motor kebetulan masih lenggang arus lalulintas,” kata Bayu saat ditemui pewarta SekitarKita.id di pos Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (05/04/2024) malam.

Baca Juga:  Geger! Rumah di Batujajar KBB Diduga Jadi “Pabrik” Tembakau Sintetis, Polisi Sita 150 Kg Barbuk 

Bayu menjelaskan, Ia berangkat dari Cikarang, sekitar pukul 17.30 WIB, setelah shift kerjanya selesai di pukul 17.00 WIB. Ia sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya semalam sebelumnya.

“Jadi tadi pulang ke kosan tinggal ambil tas terus berangkat ke Bandung. Berangkat setengah 6 sore, jadi sengaja mau buka di jalan,” jelas Bayu.

Ia menempuh perjalanan dengan santai, tak terburu-buru. Perjalannya tak terhambat kemacetan yang berarti, meskipun akhirnya terjebak juga di perbatasan antara Cianjur dengan Bandung Barat.

“Lancar alhamdulillah, sedikit kejebak macet saja di Rajamandala. Setelah itu lancar lagi, jalannya santai enggak buru-buru. Beberapa kali berhenti juga, cuma lupa cek oli samping makanya motor agak ngadat. Untung sudah di Padalarang,” ujar Bayu.

Pemudik mulai memasuki wilayah KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)
Pemudik mulai memasuki wilayah KBB, (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurutnya, perjalanan mudik terutama bagi para pengguna sepeda motor, lebih baik menempuh waktu malam hari. Tentu dengan pertimbangan cuaca lebih adem dan tak terlalu macet.

“Mending malam hari sih, enggak panas juga di jalannya. Terus jalanan juga ramai lancar, kalau siang atau sore kan pasti macet, apalagi di Padalarang soalnya banyak yang mau takjil,” jelas Bayu kembali.

Baca Juga:  Kapolsek Padalarang Angkat Suara, Soal Penyegelan Gerbang SDN Bunisari Bandung Barat

Dirinya menyinggung sedikit terjadi kendala pada motor 2 tak yang dikendarainya, ia sempat menepi, beruntung ada Pos Pengamanan dan Pelayanan yang disediakan Polres Cimahi.

“Agak kosong oli sampingnya, jadi kerasa berat terus seperti mau mogok. Makanya berhenti dulu di sini (Padalarang), untung ada pos mudik jadi enggak was-was apa lagi perjalanan malam, kalau berhenti di tempat sepi suka khawatir. Pos pengamanan mudik memang sangat membantu kami bagi para pemudik,” ujarnya.

Diketahui, arus mudik menjelang Lebaran tahun 2024 mulai terasa di Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang jadi rute mudik dari arsh Cianjur serta Purwakarta.

Seperti penglihatan pewarta SekitarKita.id di Simpang Padalarang, Jumat (5/4/2024) sekitar pukul 21.30 kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Cianjur dan Purwakarta menuju Bandung, tak henti berdatangan.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terbaru