Debu Vulkanik Gunung Krakatau Mengarah ke KBB, DLH Perketat Pantauan Kualitas Udara

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DLH KBB melakukan pemantauan dilakukan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh

i

DLH KBB melakukan pemantauan dilakukan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh

KBB | SEKITARKITA.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat meningkatkan pemantauan kualitas udara menyusul adanya paparan debu yang diduga berkaitan dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah.

Pemantauan dilakukan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 mulai mengalami penurunan pada Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH KBB, Gentarez Wara Nainggolan, mengatakan indeks kualitas udara yang terpantau pada pukul 09.00 WIB berada di angka 60 atau kategori sedang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH KBB, Gentarez Wara Nainggolan (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH KBB, Gentarez Wara Nainggolan (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Gentarez, kondisi tersebut menjadi perhatian DLH, khususnya terhadap keberadaan partikulat PM2,5 dan PM10 yang dapat memengaruhi kualitas udara.

“Untuk kondisi kualitas udara di Kabupaten Bandung Barat yang terpantau di stasiun pantau udara yang terletak di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, per hari ini Rabu 9 September 2026 pukul 09.00 WIB terpantau 60, kategori sedang,” ujar Gentarez saat ditemui sekitarkita.id, Rabu.

Baca Juga:  Eks Wakil Ketua DPRD Bekasi Dijebloskan Lagi ke Penjara, Terseret Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan

Ia menjelaskan, pada pukul 03.00 WIB dini hari, konsentrasi PM2,5 masih berada di angka 64. Namun, pada pukul 09.00 WIB angka tersebut mengalami penurunan menjadi 60.

“Per hari ini kita pantau pukul 03.00 WIB dini hari untuk partikulat PM2,5 masih di angka 64 dan alhamdulillah di jam 09.00 mengalami penurunan 4 persen di angka 60,” katanya.

DLH KBB melakukan pemantauan dilakukan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh
DLH KBB melakukan pemantauan dilakukan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh

Sementara itu, pada Selasa (8/9/2026), angka pemantauan sempat mencapai titik tertinggi sekitar 65 sebelum kemudian menunjukkan tren penurunan.

Gentarez mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung Barat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara.

“Kepada masyarakat semua untuk tidak panik akan tetapi terus waspada. Sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita sudah antisipasi,” ungkapnya.

Sebagai langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikulat, masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi udara terlihat berdebu.

DLH KBB melakukan pemantauan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh
DLH KBB melakukan pemantauan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh

DLH KBB menggunakan AQMS untuk memantau sejumlah parameter kualitas udara secara real-time.

Parameter yang dipantau meliputi PM2,5, PM10, sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), hingga hidrokarbon (HC).

Baca Juga:  Gelombang Protes, Dugaan Politik Uang di Bandung Barat Paslon Jeje-Asep Jadi Sorotan

“Dari hasil pemantauan, DLH KBB mencatat adanya peningkatan konsentrasi partikulat PM2,5 dan PM10 dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Sebelumnya, hingga Senin (7/9/2026) pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2,5 tercatat sekitar 40 mikrogram per meter kubik dan masih berada dalam kategori baik.

DLH KBB melakukan pemantauan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh
DLH KBB melakukan pemantauan secara real-time melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), foto: Abdul Kholilulloh

Namun, DLH tetap melakukan pengawasan karena perubahan konsentrasi partikulat dapat terjadi sewaktu-waktu.

Peningkatan partikulat tersebut juga sejalan dengan laporan masyarakat di sejumlah wilayah Bandung Barat. Warga melaporkan adanya debu yang menumpuk di halaman rumah maupun permukaan benda lainnya.

Secara visual, kata dia, debu yang ditemukan masyarakat memiliki warna cokelat muda hingga keabu-abuan. Karakteristik tersebut dinilai memiliki perbedaan dengan debu yang umumnya berasal dari aktivitas kendaraan maupun jalan.

Meski demikian, DLH Kabupaten Bandung Barat belum dapat memastikan bahwa partikulat tersebut sepenuhnya berasal dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepastian mengenai sumber partikulat masih membutuhkan pengujian lebih lanjut di laboratorium untuk mengetahui karakteristik dan komposisi material tersebut.

Karena itu, DLH KBB meminta masyarakat tetap tenang sekaligus waspada dengan mengikuti perkembangan kualitas udara dan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:  Apresiasi Desa Taat Hukum, Bupati Jeje Beri Penghargaan kepada 9 Desa di Bandung Barat

DLH juga terus melakukan pemantauan melalui stasiun AQMS untuk mengetahui perkembangan kualitas udara di Kabupaten Bandung Barat.

“Mudah-mudahan kondisi udara di Bandung Barat, umumnya masyarakat Indonesia, terus membaik,” pungkas Gentarez.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031
Toko di Rancabali Padalarang Digeledah, Bea Cukai Amankan 42 Ribu Batang Rokok Ilegal
Bupati Jeje Pastikan Kualitas Tahan Lama, ini Progres Perbaikan 34 Ruas Jalan KBB
Geger! Rumah di Batujajar KBB Diduga Jadi “Pabrik” Tembakau Sintetis, Polisi Sita 150 Kg Barbuk 
Detik-Detik Polisi Dobrak Rumah di Batujajar KBB, Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis Bernilai Rp15 Miliar
Kompak! 40 Ormas Geruduk Kantor Bupati, Tuntutan Copot Ketua DPRD KBB-Sekda Menggema
Pipih Supriati Ajak Warga Bandung Barat Jadikan Maulid Nabi Momentum Perbaiki Akhlak
Lewat Aksi Panggung, Pimpinan DPRD KBB Pipih Supriati Serap Aspirasi Warga di Malam Puncak HUT RI

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Debu Vulkanik Gunung Krakatau Mengarah ke KBB, DLH Perketat Pantauan Kualitas Udara

Rabu, 9 September 2026 - 17:22 WIB

Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

Toko di Rancabali Padalarang Digeledah, Bea Cukai Amankan 42 Ribu Batang Rokok Ilegal

Selasa, 8 September 2026 - 22:09 WIB

Bupati Jeje Pastikan Kualitas Tahan Lama, ini Progres Perbaikan 34 Ruas Jalan KBB

Selasa, 8 September 2026 - 16:56 WIB

Geger! Rumah di Batujajar KBB Diduga Jadi “Pabrik” Tembakau Sintetis, Polisi Sita 150 Kg Barbuk 

Berita Terbaru