KBB | SEKITARKITA.id — Hujan akhirnya mengguyur wilayah Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (19/9/2026) sore.
Hujan yang turun setelah kemarau panjang tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga. Sejumlah masyarakat bahkan memanfaatkan hujan perdana itu untuk menampung air menggunakan ember dan wadah lainnya.
Salah seorang warga Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Salsa, mengaku bersyukur setelah hujan kembali turun di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, hujan tersebut menjadi momen yang dinanti warga setelah selama beberapa bulan terakhir menghadapi kondisi kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan air bersih mulai menipis.
“Alhamdulillah hari ini hujan, semalam juga hujan sekitar jam 2 menjelang subuh, setelah beberapa bulan ini kemarau panjang air mulai enggak ada,” kata Salsa kepada SEKITARKITA.id, Sabtu (19/9/2026).
Salsa mengatakan, air hujan yang turun langsung dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan konsumsi.
Ia sengaja menempatkan ember di sejumlah titik untuk menampung air hujan sebanyak-banyaknya.
“Saya sengaja menampung air hujan pakai ember untuk mencuci perabotan rumah tangga dan kendaraan motor. Kalau air bersih saya beli untuk kebutuhan minum dan masak,” jelasnya.
Warga Sebelumnya Gelar Salat Istisqa
Turunnya hujan di Padalarang terjadi beberapa hari setelah ratusan warga melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan.
Salat Istisqa tersebut digelar pada Kamis (17/9/2026) di lapangan Kecamatan Padalarang sebagai bentuk ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Ratusan warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Padalarang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat berakhir.
Kondisi kemarau panjang sebelumnya membuat sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi warga yang mengalami keterbatasan sumber air, kebutuhan air bersih bahkan harus dipenuhi dengan membeli air untuk keperluan minum dan memasak.
Karena itu, hujan yang turun pada Sabtu sore disambut dengan antusias oleh masyarakat.
Selain membawa kesejukan setelah beberapa bulan cuaca panas dan kering, air hujan juga dimanfaatkan warga untuk mengurangi penggunaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Meski demikian, masyarakat tetap memilah penggunaan air hujan dan air bersih, terutama untuk kebutuhan konsumsi.
Hujan perdana ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga Padalarang yang sebelumnya berharap kemarau panjang segera berakhir.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







