Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)

i

Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)

KBB  | SEKITARKITA.id — Program revitalisasi sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang dilaksanakan melalui skema swakelola tengah menjadi sorotan.

Program yang semestinya membuka ruang pemberdayaan masyarakat serta menggerakkan perekonomian lokal itu diduga justru dikendalikan oleh pihak tertentu.

Sejumlah kepala sekolah dan komite sekolah yang terlibat sebagai pelaksana swakelola disebut tidak memiliki keleluasaan dalam menentukan pengadaan material maupun tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi dan penelusuran awal, sejumlah pihak yang terlibat dalam program tersebut mengeluhkan pola pengadaan material yang dinilai terpusat.

Material utama pembangunan, termasuk rangka baja ringan, disebut didatangkan melalui satu pemasok yang berbasis di luar KBB. Begitu pula dengan tenaga kerja atau operator yang mengerjakan pembangunan di sejumlah sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kewenangan sekolah dan komite sebagai pelaksana swakelola dalam menentukan kebutuhan serta pengadaan barang dan jasa.

Sejumlah kepala sekolah dan ketua komite yang ditemui mengaku berada dalam posisi sulit.

Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)
Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)

Di satu sisi, mereka memiliki tanggung jawab administratif terhadap pelaksanaan program, namun di sisi lain mengaku tidak sepenuhnya memiliki kendali terhadap material maupun tenaga kerja yang masuk ke lokasi proyek.

Pola tersebut juga menuai keberatan dari sejumlah pelaku usaha dan suplier lokal di Bandung Barat.

Mereka mempertanyakan minimnya keterlibatan pengusaha lokal dalam program revitalisasi sekolah yang nilai anggarannya mencapai miliaran rupiah tersebut.

Baca Juga:  Arahan Prabowo, Dispernakan Dampingi Bupati Jeje Ritchie Blusukan Pasar Tagog: Jaga Stabilitas Harga Pangan di Awal Ramadhan

Menurut salah seorang perwakilan suplier lokal KBB yang meminta identitasnya dirahasiakan, program pemerintah semestinya memberikan efek ekonomi bagi masyarakat di daerah tempat proyek dilaksanakan.

“Anggaran pendidikan yang sejatinya berputar di wilayah program untuk mendongkrak ekonomi lokal justru diboyong habis ke Bogor. Pengusaha lokal hanya jadi penonton di rumah sendiri, dampak fiskal daerah zonk,” ujarnya.

Sorotan lainnya berkaitan dengan material yang digunakan dalam pembangunan.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, terdapat dugaan material baja ringan yang digunakan di sejumlah lokasi belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)
Pembangunan revitalisasi sekolah (foto: ilustrasi/ istimewa)

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan dokumen spesifikasi teknis maupun pengujian material.

Jika terbukti, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut administrasi pengadaan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kualitas dan keselamatan bangunan sekolah yang digunakan oleh para siswa.

Persoalan semakin berkembang dengan munculnya dugaan adanya pihak tertentu yang mengatur pengadaan material sekaligus tenaga kerja di sejumlah lokasi.

Pola tersebut oleh sejumlah pihak di lapangan disebut menyerupai “swakelola rasa kontraktor”, karena sekolah dan komite sebagai pelaksana disebut tidak memiliki keleluasaan dalam menentukan penyedia material maupun pekerja.

Dalam penelusuran di wilayah Cililin dan sekitarnya, salah seorang sumber yang mengetahui proses pengadaan menyebut hampir seluruh kebutuhan pembangunan berasal dari pihak yang sama.

“Sadayana ti Pa Aji. Sadayana barang ti Pa Aji, dugi ka nu ngadamelna,” ungkap sumber tersebut.

Baca Juga:  230 Ribu Benih Ikan Nilem Ditebar di Waduk Cirata, Bupati Jeje: Jaga Ekosistem dan Ekonomi Nelayan

Jika diterjemahkan, pernyataan itu berarti seluruh material hingga pekerja bangunan disebut berasal dari pihak yang sama.

Namun, keterangan tersebut masih merupakan pernyataan sumber di lapangan dan belum menjadi kesimpulan bahwa telah terjadi monopoli atau pelanggaran dalam proses pengadaan.

Redaksi juga memperoleh informasi mengenai dugaan adanya keterkaitan suplier dengan jaringan usaha pemborongan yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan oknum anggota DPR RI fraksi Partai NasDem.

Informasi tersebut menjadi salah satu bagian yang tengah ditelusuri lebih lanjut oleh redaksi.

Hingga saat ini, belum terdapat bukti yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan oknum anggota DPR RI tersebut dalam pengondisian proyek revitalisasi sekolah.

Karena itu, informasi mengenai dugaan afiliasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang disebut agar pemberitaan tidak berhenti pada informasi sepihak.

Kepsek dan Komite Disebut Berada dalam Posisi Sulit

Sejumlah pihak yang mengetahui pelaksanaan program menilai posisi kepala sekolah dan komite menjadi persoalan penting untuk diperiksa.

Sebab, apabila sekolah dan komite secara administratif tercatat sebagai pelaksana swakelola, maka perlu dipastikan apakah mereka benar-benar memiliki kewenangan dalam perencanaan, pemilihan material, pengadaan, hingga pengawasan pekerjaan.

Persoalan tersebut juga penting dilihat dari aspek pertanggungjawaban.

Apabila terjadi persoalan kualitas bangunan atau administrasi di kemudian hari, pihak yang tercatat secara formal sebagai pelaksana dapat dimintai pertanggungjawaban meskipun dalam praktiknya kewenangan mereka diduga terbatas.

Baca Juga:  Optimis menang Pilbup Karawang, Gina Fadlia Swara tunggu rekom DPP Gerindra

Kamil Fitria Bantah Terlibat

Sementara itu, Kamil Fitria membantah tudingan maupun isu yang mengaitkan dirinya dengan pengondisian proyek revitalisasi sekolah di KBB.

Ia menegaskan tidak memiliki peran atau keterlibatan langsung dalam pengaturan suplier maupun intervensi terhadap komite sekolah.

Bantahan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan agar informasi mengenai dugaan pengondisian proyek tidak hanya berasal dari satu pihak.

Dinas Pendidikan KBB Diminta Buka Mekanisme Pengadaan

Dugaan tersebut kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab oleh pihak terkait, khususnya mengenai mekanisme pelaksanaan swakelola program revitalisasi sekolah di KBB.

Di antaranya, bagaimana mekanisme pemilihan penyedia material, apakah sekolah dan komite memiliki kebebasan menentukan kebutuhan, bagaimana standar spesifikasi material ditetapkan, serta bagaimana pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dilakukan.

Transparansi juga diperlukan terkait alasan penggunaan pemasok dari luar daerah apabila terdapat pelaku usaha lokal yang memiliki kemampuan menyediakan material maupun jasa yang dibutuhkan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih melakukan penelusuran terhadap dokumen administrasi, spesifikasi teknis, proses pengadaan, serta kondisi material di sejumlah sekolah penerima program.

Redaksi juga tengah meminta konfirmasi resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dan pihak terkait lainnya untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme, pengawasan, serta pertanggungjawaban program revitalisasi sekolah tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Bandungkita.id

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milangkala ke-166, Cililin Ngahiji Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Marwah dan Kejayaan Pituin
Hujan Perdana Turun di Padalarang KBB, Warga Langsung Tampung Air Pakai Ember
Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar
Puluhan Ojol Geruduk Kantor BFI Finance Cimahi, Diduga Imbas Penarikan Motor oleh Debt Collector
Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar
KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:25 WIB

Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

Senin, 21 September 2026 - 11:01 WIB

Milangkala ke-166, Cililin Ngahiji Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Marwah dan Kejayaan Pituin

Sabtu, 19 September 2026 - 17:22 WIB

Hujan Perdana Turun di Padalarang KBB, Warga Langsung Tampung Air Pakai Ember

Sabtu, 19 September 2026 - 13:05 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar

Sabtu, 19 September 2026 - 08:55 WIB

Puluhan Ojol Geruduk Kantor BFI Finance Cimahi, Diduga Imbas Penarikan Motor oleh Debt Collector

Berita Terbaru