[ad_1]
Ketika kita memikirkan konsep “trauma” dalam psikologi, kita memikirkan beberapa peristiwa negatif yang terjadi pada kita di masa lalu. Konsekuensi fisik dan psikologisnya telah mengubah hidup kita secara radikal.
Namun, ada juga luka yang lebih halus yang sering tidak kita sadari atau tidak kita ingat. Karena itu terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan kita. Namun meski begitu, mereka masih dapat memengaruhi Anda saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sangat penting untuk memahami hal ini dan mencari luka yang tidak diobati. Jadi kita bisa menghadapi ketakutan kita dengan lebih sadar dan meningkatkan pandangan kita terhadap dunia.
Perhatikan baik-baik foto di bawah ini dan pilih salah satu yang cocok untuk Anda.

1. Takut ditolak
Sekitar usia dua tahun, anak secara tidak sadar mulai mendefinisikan dirinya sebagai individu dan mengidentifikasi dirinya dengan anggota keluarga lainnya. Dengan orang-orang yang berhubungan dengannya.
Jika Anda memilih gambar pertama, proses identifikasi diri ini mungkin dipandang negatif oleh orang lain. Anda mungkin pernah merasa ditolak oleh orang-orang yang Anda anggap penting saat itu.
Hal ini mungkin menimbulkan rasa tidak aman dalam diri Anda, dan ketakutan akan penolakan mempersulit hubungan Anda dengan orang lain.
Ketika seseorang mengkritik ide Anda atau cara Anda melakukan sesuatu, Anda berpikir Anda tidak cukup baik dan menganggap setiap perselisihan adalah masalah pribadi.
Penting bagi Anda untuk memahami bahwa hidup Anda hanya bergantung pada Anda dan cara Anda memandang diri sendiri, bukan pada cara orang lain memandang Anda.
Belajar untuk percaya pada diri sendiri: Ini akan membantu Anda membangun hubungan yang sehat dan praktis dengan orang lain.
2. Takut akan pengkhianatan
Seringkali orang tua mengkhianati anaknya tanpa menyadarinya. Mereka membuat janji-janji yang, menurut pendapat mereka, mungkin tidak akan mereka tepati, tanpa memikirkan fakta bahwa hal itu mungkin sulit bagi anak tersebut Kelangsungan hidup dari kata yang rusak.
Jika kamu memilih gambar nomor 2, kamu mungkin pernah merasa dikhianati oleh orang tuamu, kakakmu, atau bahkan guru TKmu, dan ini membuatmu sulit mempercayai siapapun.
Anda memiliki kepribadian yang ramah dan mudah bergaul, tetapi Anda selalu menjaga jarak dan tidak pernah berani terbuka sepenuhnya kepada orang lain. Sulit bagi orang lain untuk benar-benar mengenal Anda apa adanya.
Dalam hidup, memang ada kemungkinan orang lain akan menyakiti kita. Namun kerugian ini tentu saja lebih kecil dibandingkan kerugian yang kita timbulkan pada diri kita sendiri ketika kita berhenti bersikap terbuka dan realistis.
3. Takut akan penghakiman
Jika Anda memilih Gambar 3, Anda mungkin pernah mengalami trauma terkait persetujuan orang yang Anda kenal saat kecil: teman sebaya atau anggota keluarga Anda.
Mungkin Anda diolok-olok karena gemuk atau sedikit kikuk, dan kini sebagai orang dewasa Anda merasa membutuhkan persetujuan orang lain.
Dia mencoba melakukan segala kemungkinan untuk mendapatkan pujian dan mengandalkan penilaian orang lain, terus-menerus berusaha untuk tampil sempurna.
Namun ingatlah bahwa obsesi ini membatasi kebebasan dan pertumbuhan pribadi Anda: lagipula, Anda tidak hidup untuk menyenangkan orang lain. Dan untuk diriku sendiri.
4. Takut ditinggalkan
Jika kamu memilih gambar nomor 4, orang tuamu mungkin tidak bersamamu karena satu dan lain hal. Atau mengalami kehilangan seseorang lebih awal. Oleh karena itu, Anda sering kali merasa takut akan kesepian.
Anda adalah orang yang mudah bergaul dan cenderung mengelilingi dirinya dengan orang-orang terkasih. Namun sayangnya, hanya karena Anda takut melihat ke dalam diri sendiri. Anda sangat takut menemukan sesuatu dalam diri Anda yang mungkin tidak Anda sukai dan tidak dapat Anda terima.
Kehidupan menguji kita semua, dan kita sering merasa tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi kesulitan. Namun Anda harus percaya pada diri sendiri, dan penting bagi Anda untuk memahami bahwa kesehatan emosional yang baik adalah teman terbaik Anda.
[ad_2]
www.asiacue.com








