[ad_1]
{Peristiwa}, SekitarKita.id – Bandung Raya dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Diguncang gempa, Rabu, 18 September 2024.
Gempa di Bandung Raya mencakup Kabupaten Bandung, mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat yang terjadi sekitar pukul 09.41.08. WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan di Kabupaten Garut, sejak pukul 09.00 lebih mencapai pukul 12.30 WIB sudah terjadi 7 kali guncangan gempa.
Saat terjadi gempa di Bandung dan Garut, angin puting beliung yang dahsyat menyapu panggung dan tenda Dekranasda di Alun-alun Cianjur.
Sedianya panggung dan tenda untuk rutinitas Dekranasda, dan ketika angin puting beliung mengamuk rubuh berterbangan.
Panggung tenda Dekranasda Kab Cianjur Disapu angin puting beliung di Alun-alun Cianjur (Tangkapan Layar IG@infocianjur).
Akibatnya acara Dekranasda terganggu. Justeru kepanikan yang terjadi bagi penyelenggara acara dan warga masyarakat.
Berbagai komentar rasa prihatin dan ajakan untuk eling ditulis para warganet pada laman instagram@infocianjur.
“Baru saja melihat berita gempa di Bandung pada sekarang angin puting beliung di Cianjur,” tulis akun@anisaarifin17.
Sementra itu, sebagaimana diketahui telah terjadi gempa bumi tektonik dangkal yang menggoyang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada hari Rabu 18 September 2024 pukul 09.41.08 WIB.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan gempa bumi ini mempunyai parameter replace dengan magnitudo M4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,23° LS ; 107,65° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 25 Km tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada kedalaman 10 Km.
Hal tersebut yang disebutkan oleh Kepala BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9/2024).
Keterkaitan jenis dan mekanisme gempa bumi, Kepala BMKG menyampaikan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Garsela. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempa mempunyai mekanisme pergerakan geser turun (indirect commonplace).
“Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Majalaya dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang dengan jumlah besar dalam rumah), daerah Banjaran dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Lembang, Parompong, Kabupaten Bandung Barat, Baleendah, Garut, Cileunyi dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) gempa ini tidak berpotensi tsunami,” paparnya.
Gempa bumi Magnitudo 5,0 pada pukul 09.41.08 WIB pagi ini juga diikuti beberapa kali gempa susulan.
[ad_2]
Source link







