SEKITARKITA.id – Proses pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, telah memasuki hari kelima, pada Rabu 28 Januari 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya perkembangan signifikan meski operasi dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, hingga hari kelima operasi pencarian, tim gabungan berhasil menemukan sebanyak 52 kantong jenazah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari jumlah tersebut, 32 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Ini hari kelima dari hari pertama sampai sekarang memang ada kemajuan. Pencarian dan pertolongan per hari ini sudah ditemukan 52 kantong jenazah. Dari jumlah itu, 32 sudah berhasil diidentifikasi dan Kementerian Sosial telah memberikan santunan kepada keluarga korban,” ujar Suharyanto saat meninjau langsung lokasi bencana.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam proses pencarian korban longsor Pasirlangu adalah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPB telah melakukan modifikasi cuaca guna menekan curah hujan di wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, modifikasi cuaca bisa membantu meskipun hujan tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Kami sepakat, meskipun curah hujan tinggi, ketika cuaca cerah satu sampai dua jam, pencarian langsung dilanjutkan,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan diperkuat oleh personel dari berbagai instansi, penggunaan alat berat, serta anjing pelacak (K9) untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.
BNPB menargetkan masa tanggap darurat selama dua minggu tanpa perpanjangan.
“Target kami, tanggap darurat dua minggu tidak diperpanjang dan seluruh penanganan bisa pulih serta terkendali,” tegas Suharyanto.
Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah pusat dan daerah juga mulai melakukan pendataan dampak kerusakan akibat longsor. Hingga saat ini, tercatat 48 rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hilang.
“Badan Geologi juga sedang mendata apakah di luar 48 rumah itu masih ada rumah lain yang harus direlokasi. Pemerintah sedang mencari lahan untuk relokasi warga terdampak,” ungkapnya.
Suharyanto memastikan, penanganan tanggap darurat hingga hari kelima berjalan lancar dan seluruh kendala di lapangan dapat diurai dengan baik.
Ketersediaan logistik dinilai sangat mencukupi berkat dukungan dari berbagai kementerian, lembaga, serta partisipasi masyarakat.
“Logistik sangat banyak, bantuan makanan di posko melimpah. Tinggal pendataan pengungsi yang harus dilakukan secara serius oleh pemerintah daerah,” katanya.
BNPB juga menegaskan, warga terdampak longsor Pasirlangu yang mengungsi, baik di posko pengungsian maupun di rumah kerabat, tetap akan mendapatkan haknya.
Bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, pemerintah akan memberikan dana tunggu hunian.
“Dana tunggu hunian akan diberikan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret,” jelasnya.
Lebih lanjut, Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bencana merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
“Banyak bencana memang sedang kami tangani di berbagai daerah. Namun tidak berarti bencana di Bandung Barat ini tidak tertangani penuh. Saya bersama kementerian, lembaga, TNI, dan Polri turun langsung untuk membantu di sini,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








