Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi (Abdul Kholilulloh)

i

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi (Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan aparatur sipil negara tetap terpenuhi tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Dede Yusuf usai lawatan ke destinasi wisata Geo Theater Hawu Pabeasan di Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (10/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dede Yusuf, berbagai persoalan yang muncul terkait PPPK, mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga keterlambatan pembayaran gaji di sejumlah daerah, tidak terlepas dari tata kelola rekrutmen yang belum sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan riil.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi (Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi saat lawatan ke wisata di Padalarang Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Setiap daerah memiliki persoalannya masing-masing. Yang paling penting sekarang adalah melihat sumber masalahnya dan melakukan review ulang. Kalau tidak, persoalan ini akan terus berulang,” kata Dede Yusuf saat ditemui SEKITARKITA.id dilokasi, Jumat.

Dede Yusuf menjelaskan, regulasi sebenarnya telah mengatur mekanisme pengangkatan aparatur negara. Namun, dalam praktiknya masih ada pemerintah daerah yang terus menambah jumlah pegawai sehingga belanja pegawai semakin membengkak.

Baca Juga:  Kunjungi pasar Karawang, Caleg Dapil 1 DPRD Voliawati sapa pedagang, ini reaksinya

Menurutnya, keberadaan ASN maupun PPPK harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik, bukan sekadar menambah jumlah pegawai.

“Menjadi ASN atau PPPK memang dibutuhkan pemerintah, tetapi ada batasannya. Semua harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi usai lawatan destinasi wisata Geo Theater Hawu Pabeasan di Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (10/7/2026) usai pembagian PTSL (Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi usai lawatan ke destinasi wisata Geo Theater Hawu Pabeasan di Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (10/7/2026), (foto: Abdul Kholilulloh)

Politisi yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mengingatkan bahwa belanja pegawai memiliki batasan sebagaimana diatur dalam ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, pemerintah daerah harus menjaga keseimbangan antara anggaran untuk aparatur dan pembiayaan program pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Anggaran daerah adalah uang rakyat. Jangan sampai sebagian besar hanya habis untuk belanja pegawai, sementara kebutuhan masyarakat di sektor lain terabaikan,” tegasnya.

Dede Yusuf juga mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih selektif dalam mengusulkan kebutuhan pegawai. Menurutnya, penyusunan formasi ASN maupun PPPK harus dilakukan secara objektif agar tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.

Ia menegaskan, apabila kebutuhan pegawai masih belum terpenuhi, rekrutmen dapat dilakukan. Namun jika formasi yang ada sudah mencukupi, pemerintah daerah harus berani menghentikan penerimaan pegawai baru.

Baca Juga:  Garda Sakti Sekata Karang Taruna KBB Tegaskan Komitmen Sosial di Momentum HUT RI ke-80

Selain itu, penataan ASN juga perlu memberikan ruang yang adil bagi lulusan baru yang ingin mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sehingga regenerasi aparatur tetap berjalan tanpa mengganggu kesehatan fiskal daerah.

“Kita membutuhkan kebijakan yang bijaksana agar pengelolaan ASN dan PPPK benar-benar sesuai kebutuhan. Dengan begitu pelayanan publik tetap optimal, keuangan daerah sehat, dan kesempatan bagi generasi baru untuk mengabdi juga tetap terbuka,” pungkas Dede Yusuf.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru