Bandung Barat | SekitarKita.id,- Beredar sebuah video bangunan rumah ambruk di Kampung Pasir Kramat, RT04/RW08, Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beruntung penghuninya bisa langsung menyelamatkan diri.
Belakangan di ketahui, rumah yang dihuni Tarmin (60) dan istri itu tiba-tiba ambruk lantaran diduga bangunan rumah tersebut lapuk dimakan usia (rapuh). Video tersebut pun viral di jejaring sosial media.
Dalam video detik-detik ambruknya rumah terekam kamera milik warga memperlihatkan, bangunan rumah yang terbuat dari bambu runtuh lulu lantak rata dengan tanah, tangis histeris warga menyelimuti kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya Allah, ieu imah runtuh (ya Allah, ini rumah roboh),” ucap warga histeris dalam video tersebut, Rabu (17/07/2024) pagi.
Saat dihubungi, Kepala Desa Cintakarya, Agus Hambali membenarkan kejadian tersebut, rumah yang dihuni Tarmin dan istri ambruk pada Minggu (14/07/2024) sekitar pukul 14.05 WIB
Ia mengatakan, ambruknya rumah milik Tarmin diduga kuat akibat bangunan rumah sudah rapuh. Padahal saat kejadian tidak ada angin dan hujan.
“Betul kang kejadian pada Minggu, bangunan sudah lapuk faktor usia (rapuh) tidak terkontrol sama pemilik, sebelumnya pihak desa di tahun 2023 sudah memberikan bantuan santunan sebesar Rp 4,5 juta namun belum direalisasikan pembangunannya,” kata Agus, Rabu (17/07/2024).
Ia menyebut, anggaran yang diberikan pihak desa belum tercover sepenuhnya, sedangkan, kata dia, bangunan rumah tersebut berdiri di atas tanah carik. Segala bantuan baik rutilahu maupun aspirasi dewan sulit untuk diproses.
“Masih menunggu tambahan untuk merenovasi rumah, karena rumah tersebut di bangun di atas tanah carik jadi pengajuan aspirasi dewan maupun rutilahu dan dari partai juga sulit diproses kang karena bukan tanah pribadi,” ujarnya.
Agus menjelaskan, sebelum bangunan ambruk, pemilik rumah sudah membeli sebagian bahan material menggunakan anggaran yang diberikan pihak Desa Cintakarya.
“Pak Tarmin sudah membeli sebagian bahan material anggaran dari desa, kami sudah menghimbau sebelumnya kepada pihak RT untuk memberitahu takutnya ambruk ternyata benar sudah lapuh dan terjadi ambruk kemarin,” jelasnya.
Beruntung, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kendati itu, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Pas kejadian pemilik sedang tidak di dalam, lagi diluar, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
“Saat ini susah dalam tahap pembangunan, sudah mulai di bangun 2 hari ini, warga bersama perangkat kecamatan dan desa gotong royong,” sambungnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








