[ad_1]
Pada pertengahan Juli lalu, Canalys merilis angka pangsa pasar ponsel pintarnya untuk kuartal kedua (April sampai Juni). Tetapi, pada ketika itu, perusahaan tersebut tidak juga menerbitkan jumlah pengiriman aktual according to merek. Untungnya, hal ini telah diperbaiki hari ini.
Jadi sekarang kita tahu bahwa general penjualan hingga 288,9 juta unit, naik 12% dibandingkan Q2 tahun 2023. Pasar kini telah tumbuh sepanjang tiga kuartal berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Samsung menjual ponsel pintar terbanyak di Q2 – 53,5 juta. Meskipun, pengirimannya hanya naik 1% dibandingkan kuartal tahun lalu. Perusahaan Korea itu mempunyai pangsa pasar 19%, yang terus terkikis (21% tahun lalu).
Di posisi kedua ada Apple dengan 45,6 juta pengiriman dan pangsa pasar 16%. Pengirimannya tumbuh sebesar 6% dan pangsa pasarnya turun 1%. Di posisi ketiga ada Xiaomi dengan pertumbuhan penjualan terbesar dari lima perusahaan teratas – 27%. Perusahaan menjual 42,3 juta perangkat dan menguasai pangsa pasar 15%.
vivo berada di posisi keempat dengan 25,9 juta pengiriman dan pangsa pasar 9%, memperlihatkan pertumbuhan tahunan yang kuat sebesar 19%. Di posisi kelima adalah Transsion, perusahaan di balik merek Tecno, Infinix, dan iTel, yang menjual 25,5 juta unit dan dengan demikian sangat dekat dengan vivo, dengan pangsa pasar yang sama sebesar 9%. Penjualan Transsion tumbuh 12% dibandingkan dengan kuartal tahun lalu.
Sejauh tahun ini, Canalys memprediksi pertumbuhan satu digit menengah untuk pasar ponsel pintar secara keseluruhan dibandingkan dengan tahun 2023. “Pada tahun 2025, dengan permintaan konsumen yang masih belum pasti, terutama di pasar yang sudah mapan, supplier harus segera fokus memberikan pengalaman ponsel pintar yang inovatif untuk menarik pembeli yang ingin melakukan improve, membangun citra merek yang khas, dan memperkuat operasi lokal untuk meraih peluang yang muncul”, tutur Analis Senior Toby Zhu.
Sumber
[ad_2]
Sumber: gsmarena








