SEKITARKITA.id – Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, menjelaskan alasan dipilihnya kawasan parkir Stone Garden sebagai lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Menurutnya, dari lima calon lahan yang diajukan, hanya kawasan Stone Garden yang dinyatakan layak berdasarkan hasil kajian pengembang.
Penjelasan tersebut disampaikan Tarkopa untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih berada di kawasan bukit karst Citatah atau hutan lindung Stone Garden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Tarkopa, bangunan koperasi tidak berdiri di atas bukit maupun kawasan hutan lindung, melainkan memanfaatkan sebagian lahan parkir milik Desa Gunungmasigit yang berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cipatat dan sekitar 500 meter dari permukiman warga Kampung Girimulya RW 09.
“Rencana pembangunan bermula dari tawaran PT Agrinas melalui dukungan unsur TNI untuk membangun gedung koperasi desa di wilayahnya,” kata Tarkopa saat ditemui di kawasan Stone Garden, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/7/2026).
Lima Calon Lahan Kopdes di Cipatat Dikaji
Tarkopa mengungkapkan, pemerintah desa sebelumnya mengajukan lima alternatif lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Kelima lokasi tersebut, kata dia, berada di RW 09 kawasan Stone Garden, RW 05 Lingkung Gunung, RW 21 Cigintung, RW 19 Cihalimum, dan Cisalada.
Namun, berdasarkan hasil kajian kelayakan yang dilakukan pihak pengembang, kawasan parkir Stone Garden dinilai paling memenuhi syarat karena memiliki akses yang lebih mudah dibandingkan lokasi lainnya.
“Dari hasil kajian, lokasi di kawasan parkir Stone Garden dinilai paling strategis karena dekat dengan akses jalan utama. Sementara lokasi lainnya cukup jauh dari jalan raya,” ujarnya.
Tarkopa menjelaskan, pembangunan gedung koperasi hanya memanfaatkan lahan sekitar 700 hingga 800 meter persegi dari total luas area parkir sekitar 1.500 meter persegi. Dengan demikian, kapasitas parkir untuk wisatawan masih tetap tersedia.
Ia juga menegaskan lokasi tersebut berada sekitar 100 meter dari permukiman warga RW 09 dan RW 15. Seluruh pedagang yang berjualan di kawasan wisata Stone Garden juga merupakan warga Desa Gunungmasigit.
“Pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kawasan wisata karena hanya menggunakan sebagian lahan parkir desa,” katanya.
Menurut Tarkopa, pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Agrinas bersama mitra pelaksana. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 98 persen.
Ia menambahkan, sejak awal pemerintah desa memberikan syarat agar tenaga kerja maupun pengelolaan koperasi nantinya memprioritaskan masyarakat Desa Gunungmasigit.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan menjadi pusat penampungan sekaligus pemasaran berbagai produk UMKM desa.
Salah satu produk unggulan yang akan dipasarkan adalah hasil peternakan ayam milik BUMDes yang saat ini mampu memproduksi sekitar 50 kilogram telur per hari. Selama ini pemasaran masih terbatas ke warung-warung dan pembeli perorangan.
“Bahkan, untuk simpan pinjamnya sudah berjalan dengan jumlah anggota 109 orang,” ungkap Tarkopa.
Ke depan, Tarkopa berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penyalur telur maupun berbagai produk lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memenuhi kebutuhan berbagai layanan di desa.
Dengan demikian, perputaran ekonomi masyarakat diharapkan semakin meningkat sekaligus mampu menambah pendapatan asli desa.
Sementara itu, terkait usulan perbaikan akses jalan menuju kawasan tersebut, Tarkopa mengatakan prosesnya masih terkendala belum adanya kesepakatan dengan ahli waris lahan.
Meski demikian, pemerintah desa terus melengkapi fasilitas umum, termasuk pemasangan penerangan jalan. Saat ini hanya tersisa lima titik lampu penerangan jalan umum yang belum dipasang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








