Dedi Mulyadi Tinjau Situ Ciburuy, Janjikan Kontrakan dan Rumah Permanen bagi Warga Terdampak

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bertolak ke kawasan wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad (21/9/2025). Foto: istimewa

i

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bertolak ke kawasan wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad (21/9/2025). Foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bertolak ke kawasan wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad (21/9/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu membawa angin segar bagi warga yang tengah menghadapi polemik sosial akibat pembongkaran ratusan bangunan liar (bangli) di sepadan danau.

Pembongkaran yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jabar meliputi rumah tinggal, tempat usaha, mushola, hingga sekolah PKBM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog bersama warga, KDM menegaskan bahwa penertiban kawasan Situ Ciburuy akan tetap memperhatikan nasib masyarakat yang sudah lama bermukim di sekitar danau.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bertolak ke kawasan wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad (21/9/2025). Foto: istimewa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bertolak ke kawasan wisata Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad (21/9/2025). Foto: istimewa

“Ini saya lagi di Danau Ciburuy. Ada warga yang mendiami tanah di pinggir danau sejak tahun 70-an. Kita kembalikan situ pada fungsinya,” ujar Dedi.

Ia menyebutkan dua langkah konkret yang akan diberikan Pemprov Jabar, menyediakan kontrakan selama satu tahun bagi warga yang harus pindah.

Mencarikan alternatif rumah permanen dengan kepemilikan sah, agar warga memiliki hunian yang layak dan legal.

Baca Juga:  Musda KNPI Karawang ke-XV: Ajang Konsolidasi Pemuda Menuju Indonesia Emas

“Karena mereka baik dan penuh kesadaran untuk pindah, saya akan memberikan solusi. Pertama disiapkan kontrakan selama setahun. Kedua, kita pun akan mencari alternatif tempat tinggal permanen, karena ini masyarakat miskin yang harus segera memiliki rumah yang sah,” tegas Dedi.

Dedi juga berharap pemerintah provinsi memiliki anggaran yang cukup.

“Mudah-mudahan ada rezeki. Doakan pemerintah punya kemampuan uang yang cukup,” tambahnya yang langsung diaminkan warga.

Sejumlah warga merasa bahagia dengan kunjungan tersebut. Iwan Ismail Gunawan (43), warga Kampung Babakan Pasir Angin RT 03/RW 05, mengaku terharu saat rumahnya didatangi langsung oleh Dedi.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka bapak aink Dedi Mulyadi datang ke sini, biasa lihat di YouTube sekarang ketemu langsung,” ujarnya haru.

Meski berat harus meninggalkan rumah yang sudah dihuni selama 20 tahun, Iwan menyatakan ikhlas karena sadar tanah tersebut bukan hak miliknya.

“Dan Alhamdulillah pak Dedi memberikan kami kompensasi Rp10 juta buat mencari kontrakan setahun melalui ajudannya serta menjanjikan rumah bagi warga terdampak. Ini bukti nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hendak Sholat Subuh, pria tua tewas ditikam OTK di Kebon Jeruk Jakarta

“Pak Dedi juga akan mencarikan saya pekerjaan sebagai tukang sapu-sapu di Pemprov Jabar, sekali lagi terimakasih untuk bapak aink KDM dan pemerintah Provinsi Jabar,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menegaskan bahwa warga tidak menolak program revitalisasi Situ Ciburuy.

Namun ia meminta pemerintah memikirkan dampak sosial, terutama bagi warga yang harus kehilangan rumah dan tempat usaha.

Menurutnya, ada sekitar 10 RW terdampak di kawasan Ciburuy, meliputi RW 05, 06, 07, 08, 09, 13, 14, 15, 16, dan 17.

Dari wilayah tersebut terdapat rumah hunian permanen, tempat usaha, rumah ibadah, hingga sekolah kejar paket PKBM.

“Kalau untuk rumah hunian jumlahnya ada kisaran 50 unit rumah di RW 06. Tapi secara real, jumlah pasti bangunan belum bisa dipastikan,” jelas Firmansyah.

Ia juga menyebut, DSDA Jabar sudah dua kali melakukan sosialisasi, dan terakhir warga menerima surat pemberitahuan pembongkaran tahap pertama pada Kamis (18/9/2025).

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru