Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat

i

Mobil box MBG terperosok di jembatan gantung perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga (foto; istimewa)

KBB | SEKITARKITA.id – Hari apes tak ada di kalender. Pepatah tersebut dialami sebuah mobil box pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terperosok saat melintasi jembatan gantung berbahan kayu di wilayah perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah KBB pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 15.25 WIB. Jembatan yang menghubungkan Kampung Pintu, Desa Cibedug (Rongga) dan Kampung Dukuh, Desa Bunijaya (Gununghalu) itu kondisinya memprihatinkan.

Mobil box milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu diketahui melintas dari arah Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, menuju wilayah Kecamatan Rongga. Kondisi jembatan yang licin ditengah hujan berlangsung diduga membuat kendaraan tersebut kehilangan pijakan hingga akhirnya terperosok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar kemudian bergotong royong membantu proses evakuasi kendaraan bersama pengendara lain yang kebetulan melintas.

Ajat Sumiarta (59), warga sekitar mengatakan, mobil MBG tersebut terperosok ketika melintasi jembatan kayu yang menjadi akses penghubung warga di wilayah tersebut.

Mobil box pengangkut MBG terperosok pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 15.25 WIB diatas jembatan yang menghubungkan Kampung Pintu, Desa Cibedug (Rongga) dan Kampung Dukuh, Desa Bunijaya (Gununghalu), foto: istimewa
Mobil box pengangkut MBG terperosok pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 15.25 WIB diatas jembatan yang menghubungkan Kampung Pintu, Desa Cibedug (Rongga) dan Kampung Dukuh, Desa Bunijaya (Gununghalu), foto: istimewa

“Kejadian tadi sekitar jam 3 sore pas hujan. Mobil MBG terperosok saat melintas di atas jembatan kayu yang merupakan perbatasan Desa Bunijaya RT03/RW10, Kecamatan Gununghalu dan perbatasan Desa Cibedug, Kecamatan Rongga,” kata Ajat saat dihubungi redaksi, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, mobil tersebut melintas dari arah Bunijaya menuju Kecamatan Rongga. Saat kejadian, kendaraan dalam kondisi membawa makanan setelah mengambil omprengan atau wadah MBG dari sejumlah sekolah di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Resmikan 25 Gerai KDKMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

“Mobil SPPG mau jemput omprengan (tempat MBG),” ujarnya.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir maupun kernet mobil box dilaporkan tidak mengalami luka serius. Sementara kendaraan mengalami kerusakan ringan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, mudah-mudahan tidak ada korban. Namun kalau dibiarkan bisa saja memakan korban,” katanya.

Warga evakuasi mobil box MBG terperosok di jembatan gantung perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga (foto; istimewa)
Warga evakuasi mobil box MBG terperosok di jembatan gantung perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga (foto; istimewa)

Kondisi jembatan gantung penghubung Kecamatan Rongga dan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat mengkhawatirkan. Jembatan tersebut rusak, lapuk dan berlubang sehingga membahayakan warga yang melintas.

Jembatan yang dibangun sejak 1908 era kolonial Belanda yang melintang di atas aliran Sungai Cidadap itu memakai potongan-potongan kayu sebagai landasan atau alas kendaraaan-kendaraan melintasinya. Namun, kondisi kayu-kayu telah lapuk.

Lubang juga terlihat karena sebagian kayu sudah tak menutupi jembatan. Di sisi lain, besi jembatan juga ada berkarat. Terdapat pula besi penyambung sling dengan badan jembatan yang terlepas.

Ajat mengungkapkan, kondisi jembatan gantung tersebut saat ini cukup mengkhawatirkan. Padahal, jembatan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan, sekaligus menjadi jalur penghubung Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Cianjur.

Mobil box MBG terperosok di jembatan gantung perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga (foto; istimewa)
Mobil box MBG terperosok di jembatan gantung perbatasan Kecamatan Gununghalu dan Rongga (foto; istimewa)

Jembatan tersebut setiap hari digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, pedagang, petani, pejalan kaki hingga pengendara sepeda motor.

Bahkan, kendaraan roda empat juga masih melintasi jembatan tersebut karena menjadi akses alternatif bagi warga Bandung Barat maupun Cianjur.

Baca Juga:  BigXthaPlug Menggoda EP Country Dengan Shaboozey, Morgan Wallen & Ekstra

“Yang melintas di situ banyak warga sekitar, baik dari Cianjur maupun Bandung Barat. Jembatan ini merupakan akses jalan alternatif dua kecamatan dan dua kabupaten,” jelas Ajat.

Menurutnya, kondisi jembatan yang dibiarkan dalam keadaan seperti sekarang dikhawatirkan semakin rusak hingga akhirnya putus dan memutus akses mobilitas masyarakat.

Apabila jembatan tersebut tidak dapat dilalui, warga harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

“Ada jalan lain lewat Bunijaya, sekitar 30 menit kalau muter jika jembatan itu putus,” ujarnya.

Ajat mengatakan, selama ini warga terpaksa melakukan sejumlah perbaikan jembatan secara swadaya agar akses tersebut tetap bisa digunakan.

“Perbaikan jembatan dilakukan oleh warga secara swadaya, ngenceleng (iuran), kadang melalui door to door,” ungkapnya.

Ia menyebut, warga sebenarnya telah mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah. Namun, hingga kini pembangunan maupun perbaikan permanen belum terealisasi.

Menurut Ajat, lahan tempat jembatan tersebut berada merupakan aset PTPN. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebelumnya disebut telah menyampaikan rencana perbaikan.

“Ini lahan milik PTPN (BUMN). Dari pemerintah Bandung Barat sudah berjanji akan memperbaiki saat warga melakukan perbaikan di tahun 2025 lalu (swadaya). Katanya akan diperbaiki 2026, sekarang mundur tahun 2027,” katanya.

Ia menyebut, salah satu kendala pembangunan adalah status lahan yang disebut belum diserahterimakan dari PTPN kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Alasannya ini lahan belum serah terima dari PTPN ke Pemkab Bandung Barat, karena ini akses jalan milik perkebunan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dear Pemkab Bekasi, Ratusan Warga Kertamukti Tolak Pembangunan TPST 'Rumah Mu Wangi Rumah Ku Bau'

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan kejelasan sehingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.

Masyarakat menilai jembatan permanen sangat dibutuhkan mengingat akses tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga mobilitas warga lintas wilayah.

Warga Minta Dedi Mulyadi dan Bupati Jeje Turun Tangan

Ajat juga meminta perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk melihat langsung kondisi jembatan tersebut.

“Untuk Bapak KDM, tolonglah datang sekali-kali ke Rongga-Gununghalu dan meninjau lokasi jembatan yang memprihatinkan ini,” katanya.

Selain itu, warga juga berharap Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dapat turun langsung melihat kondisi jembatan.

Ajat mengaku telah berupaya menghubungi Bupati Jeje melalui akun media sosial pribadinya, namun hingga kini belum mendapatkan respons.

“Untuk Bapak Bupati Jeje Ritchie Ismail, tolonglah datang ke warga kami. Sudah menghubungi melalui akun sosmed pribadi, namun belum direspons agar bisa datang dan periksa kondisi di lokasi, warga hanya ingin jembatan permanen tolong keluhan kami didengar,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa akibat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan.

Insiden mobil box MBG yang terperosok pada Senin sore menjadi peringatan bahwa kondisi jembatan tersebut membutuhkan perhatian serius dan segera ditangani sebelum kerusakan semakin parah.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Kronologi Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Rumah Warga Padalarang Rusak hingga Pohon Tumbang
Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kronologi Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Rumah Warga Padalarang Rusak hingga Pohon Tumbang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Berita Terbaru