SEKITARKITA.id – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menegaskan bahwa dinamika yang muncul menjelang Musyawarah Daerah (Musda) merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi internal Partai Golkar.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh dimaknai sebagai perpecahan, melainkan bagian dari proses pendewasaan organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Daniel usai menghadiri Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (2/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau di Golkar ada dinamika itu wajar, ini bukan perpecahan, biasa saja,” ujar Daniel kepada wartawan.
Menurut Daniel, Musda V Golkar KBB menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi, mempererat konsolidasi internal, serta menyusun strategi menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mendatang.
Ia juga menanggapi isu pergantian kepengurusan Pimpinan Kecamatan (PK) yang sempat mencuat menjelang pelaksanaan Musda.
Daniel menegaskan, setiap perubahan kepengurusan harus mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku dan mendapat persetujuan dari satu tingkat kepengurusan di atasnya.
“Kalau pergantian PK itu memang harus persetujuan satu tingkat di atasnya. Tidak bisa asal ganti, kecuali ada alasan yang berhalangan tetap seperti meninggal dunia dan lain sebagainya,” tegasnya.
Daniel mengingatkan seluruh kader Partai Golkar agar lebih mengedepankan komunikasi, konsolidasi, dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap dinamika internal.
Menurutnya, konflik yang berkepanjangan hanya akan menguras energi partai dan mengganggu fokus dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Ia pun menargetkan Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat mampu meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi legislatif dibandingkan hasil Pemilu sebelumnya, sekaligus meraih kemenangan pada Pilkada mendatang.
“Targetnya harus naik dari perolehan tahun sebelumnya. Target saya, untuk Bandung Barat harus ada kenaikan kursi yang signifikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat saat itu, Dadan Supardan, menyampaikan bahwa Musda V merupakan forum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh kader.
“Tentu harapan besar kita bahwa kegiatan Musda ini bisa berjalan secara baik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah mufakat,” ujarnya.
Dadan berharap Musda V mampu melahirkan pemimpin yang visioner, memperkuat organisasi, serta menerjemahkan target Partai Golkar Jawa Barat menjadi kemenangan nyata di Kabupaten Bandung Barat.
“Bisa menghasilkan Ketua DPD Golkar ke depan yang bisa membawa DPD Golkar mewujudkan cita-cita. Terutama tadi yang disampaikan oleh Pak Ketua DPD Golkar Provinsi, yaitu adanya kenaikan kursi baik di parlemen maupun juga dalam kontestasi Pilkada. Tentu perlu ada kesiapan-kesiapan yang optimal ke depan,” katanya.
Ia menegaskan seluruh kader harus menjadikan Musda V sebagai titik awal memperkuat mesin partai hingga tingkat desa dan kecamatan agar Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menjawab berbagai persoalan daerah.
“Ya, harapannya Golkar menang!” pungkas Dadan.
Dalam Musda V tersebut, Edi Rusyandi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031.
Musda V DPD Partai Golkar KBB juga dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat, Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan KBB, Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra KBB Pipih Supriati, Ketua DPC Partai NasDem KBB Bintang Pamungkas.
Lalu kemudian, Sekretaris Partai Demokrat KBB Phiter Djuandis, perwakilan DPC PKB KBB serta Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat Ripqi Ahmad Sulaeman.
Melalui kepengurusan baru yang terbentuk, Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat diharapkan semakin solid, menjaga persatuan internal, memperkuat konsolidasi organisasi, serta mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memenangkan kontestasi Pilkada yang akan datang.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







