SEKITARKITA.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat bersama Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB menggelar kegiatan Sosialisasi dan Forum Group Discussion (FGD) mengenai penanganan limbah kotoran hewan ternak di Sekretariat Kelompok PPCM Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan pencemaran lingkungan yang kerap muncul akibat tidak optimalnya pengelolaan limbah ternak di wilayah peternakan.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, pemerintah berharap dapat mendorong perubahan perilaku sekaligus meningkatkan kesadaran peternak dalam menjaga kualitas lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut M. Heru Nugraha, selaku Pedal Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH KBB), kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kotoran ternak agar tidak lagi dibuang sembarangan ke lingkungan.
“Salah satu materi yang disampaikan adalah pendistribusian sarana dan prasarana (sarpras) pengolahan limbah ternak, termasuk peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah kotoran hewan menjadi produk lebih bernilai, seperti pupuk organik,” kata Heru dikutip Sekitarkita.id dari laman Instagram @dispernakan_kbb, Kamis 4 Desember 2025.
Ia menyebut, selain itu, peserta juga mendapat pelatihan budidaya cacing sebagai salah satu solusi inovatif pengelolaan limbah.
“Budidaya cacing dinilai efektif karena dapat mengubah kotoran ternak menjadi kascing (pupuk organik berkualitas tinggi) yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi beban pencemaran lingkungan.
Heru menambahkan bahwa edukasi ini penting untuk mengubah mindset para peternak, agar mereka memahami bahwa limbah ternak tidak hanya sekadar kotoran, tetapi dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik.
“Dengan pola pikir baru tersebut, pemerintah optimistis tingkat pencemaran sungai akibat limbah ternak dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Peningkatan kualitas air sungai juga menjadi fokus utama kegiatan ini mengingat beberapa wilayah di Bandung Barat masih menghadapi tantangan terkait pencemaran organik.
DLH dan Dispernakan berharap, melalui program pengolahan limbah dan budidaya cacing, masyarakat dapat ikut menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
“Program kolaborasi ini akan terus berlanjut dan diperluas ke kelompok-kelompok peternak lainnya di KBB,” jelas Heru.
“Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan limbah ternak yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram @dispernakan_kbb








