Dukung Petani Gununghalu, Dadang Naser Fokus pada Kemandirian Pangan dan Lahan Terlantar

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad, 12 Oktober 2025. foto: Abdul Kholilulloh

i

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad, 12 Oktober 2025. foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad, 12 Oktober 2025.

Dalam reses ini, ia menyerap aspirasi petani dan pelaku UMKM sekaligus meninjau langsung potensi besar sektor pertanian wilayah selatan Bandung Barat.

Dadang Naser menyampaikan bahwa kondisi jalan pertanian di Gununghalu dan produktivitas lahan masih perlu ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Insya Allah ke depan kita akan dorong bantuan bibit padi, serta alat-alat pertanian seperti traktor dan cultivator, khususnya untuk mendukung sektor hortikultura dan pertanian basah,” ujarnya.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad, 12 Oktober 2025. foto: Abdul Kholilulloh
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, melaksanakan kegiatan reses di Kampung Bungur, RT 02/RW 22, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Ahad, 12 Oktober 2025. foto: Abdul Kholilulloh

Menurutnya, wilayah Gununghalu memiliki potensi komoditas unggulan seperti jagung, padi beras hitam, dan kopi yang dikenal luas.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembahasan teknis bersama pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat agar program bantuan bisa tepat sasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Dadang juga bertemu petani muda dan anggota KNPI yang bergerak di sektor kopi.

Baca Juga:  23 Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua, KSAL Ungkap 4 Prajurit Ditemukan Meninggal Dunia

Ia menilai semangat generasi muda harus difasilitasi, termasuk membuka akses ke lahan-lahan terlantar milik PTPN atau Perkebunan Nusantara.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol, (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kalau lahan itu tidak dimanfaatkan dengan baik, kita perlu mencari solusi agar bisa dikerjasamakan secara adil, melalui kemitraan atau sistem sewa yang tidak merugikan rakyat,” tegasnya.

Percepat Kemandirian Pangan dan Kurangi Impor

Politisi senior partai Golkar ini juga menekankan pentingnya kemandirian pangan nasional, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada impor jagung dan padi-padian.

“Potensi Gununghalu sangat besar untuk membantu ketahanan pangan, bukan hanya lokal, tapi juga untuk Kabupaten Bandung Barat secara umum,” katanya.

Dadang juga menyoroti mahalnya biaya sewa lahan yang mencapai Rp2 juta per bulan, sehingga perlu komunikasi dengan direksi agar rakyat tidak dirugikan.

“Prinsipnya jelas Hutannya hijau, rakyatnya sejahtera,” ujarnya.

Menurut Dadang, bila lahan dibiarkan terlantar dan diberikan kepada pihak luar tanpa keterlibatan masyarakat, konflik sosial bisa muncul.

Karena itu, jika ada investasi, harus melibatkan desa dan masyarakat melalui kemitraan yang adil dan penyediaan lapangan kerja.

Baca Juga:  Warga Panik, Motor Sport Terbakar di SPBU BBS Cipatik Bandung Barat

“Jangan sampai rakyat hanya jadi penonton,” ujarnya.

Selain kopi dan padi, Dadang melihat potensi besar di sektor kacang, jamur, dan olahan produk lokal. Ia mengapresiasi UMKM kacang garing yang rasanya enak dan siap dibantu dari sisi bibit serta pengembangan.

Yang menarik, ia menyoroti kacang Sacha Inchi yang mengandung omega 3, 5, dan 9, dan minyaknya bisa dijual hingga Rp600 ribu per liter.

“Ini potensi luar biasa yang akan kita kembangkan melalui agroforestri atau wanatani terpadu, yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga hijauan pakan ternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Golkar KBB Siap Perjuangkan Aspirasi Petani

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan, menyambut baik reses ini sebagai bentuk tanggung jawab DPR RI dan DPRD KBB dalam menyelaraskan pembangunan daerah dan nasional.

Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kegiatan ini tentu saja insya Allah bisa menjadi harmonisasi penyesuaian antara pembangunan di daerah termasuk juga di nasional,” ungkap Dadan.

“Dengan adanya reses ini, aspirasi kelompok tani dan masyarakat terkait pemanfaatan lahan perkebunan yang kurang produktif menjadi bahan perjuangan kita bersama agar bagaimana lahan-lahan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ujar Dadan menandaskan.

Baca Juga:  Curhat ke Caleg DPRD Mbu Aan, masyarakat Bandung Barat keluhkan pelayanan kesehatan

Kegiatan reses ini selain dihadiri oleh, Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan, juga perwakilan DPK KNPI Gununghalu, para petani, pelaku UMKM, puluhan warga sekitar.

Reses Dadang Naser di Gununghalu bukan hanya serap aspirasi, tetapi juga langkah nyata mendorong, pemanfaatan lahan terlantar, bantuan bibit dan alat pertanian, pemberdayaan petani muda, penguatan UMKM lokal, pembangunan agroforestri terpadu, kemandirian pangan dan kesejahteraan rakyat.

Dengan semangat “Hutannya hijau, rakyatnya sejahtera,” wilayah selatan Bandung Barat diproyeksikan menjadi lumbung pangan dan pusat ekonomi baru.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Berita Terbaru