Duka Pemilu 2024, anggota KPPS di Bandung Barat meninggal dunia

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pesta demokrasi tahun ini di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan duka bagi para petugas yang mengawal pemilihan umum (pemilu) 2024.

Mumuh Muchroni (58) misalnya, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) warga Kampung Babakan Cianjur, RT04/RW10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB tutup usia, pada Ahad (18/02/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama menjalankan tugas, almarhum (anggota KPPS) berjaga di tempat pemungutan suara (TPS) 04, Desa Gadobangkong itu diduga kelelahan usai pemungutan dan penghitungan suara beberapa hari.

Pantauan SekitarKita.id, Minggu (18/02) pukul 19.45 WIB suasana haru menyelimuti rumah duka, tenda warna biru terpasang didepan rumah Mumun Muchroni, suara pengajian silih berganti dari para peziarah menggema setiap sudut ruangan rumah duka.

Jenazah Mumuh sudah selesai dikafani, rencananya almarhum akan disemayamkan esok hari pada Senin (19/02/2024) di tempat pemakaman umum (TPU) terdekat di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong.

“Kami baru saja melayat dari rumah duka Pak Mumuh Muchroni, anggota KPPS TPS 04, Desa Gadobangkong yang hari ini meninggal dunia. Kami dapat informasi beliau meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Camat Ngamprah, Agnes Virganty saat ditemui di rumah duka, Minggu malam.

Baca Juga:  Resmi Jadi Anggota DPRD KBB, Asep Miftah Dapat Pesan Khusus dari Ketua DPD Golkar Dadan Supardan
Agnes Virganty, Camat Ngamprah KBB saat ditemui dirumah duka (foto: Abdul Kholilulloh)
Agnes Virganty, Camat Ngamprah KBB saat ditemui dirumah duka (foto: Abdul Kholilulloh)

Agnes menyebut, mendiang Mumuh menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya terus menurun sejak Minggu pagi, faktor kelelahan akibat bertugas sebagai KPPS menjadi salah satunya.

“Memang kemarin yang bersangkutan ini mengawal pesta demokrasi. Dari pihak keluarga tadi bilang almarhum mengeluh pusing pagi hari, kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan ya kelelahan, faktor bertugas kemarin sebagai KPPS,” ujar Agnes.

Dijelaskan Agnes, mendiang Mumuh bakal dimakamkan pada Senin (19/2/2024). Saat ini pihak keluarga masih menunggu kedatangan anak almarhum yang bekerja di luar kota.

“Tadi pelayat terus berdatangan untuk takziyah, Insyaallah husnul khatimah. Informasinya besok pagi dimakamkan, karena masih menunggu anggota keluarganya yang lain. Intinya kami turut berbelasungkawa,” tandas Agnes.

Suasana rumah duka di Kampung Babakan Cianjur, RT04/RW10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Suasana rumah duka di Kampung Babakan Cianjur, RT04/RW10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Sementara itu, Aldi Faisal (27) sepupu korban mengatakan, almarhum meninggal sekitar pukul 14.05 WIB di rumah sakit (RS) Indra Medical Center (IMC) Gadobangkong. Mumuh sebelumnya mengeluhkan kondisi kesehatan.

“Sebelumnya udah enggak enak badan dan sebagainya, 1 hari sebelum pemungutan suara sudah ngeluh, katanya badan pada sakit pusing karena rasa tanggung jawab almarhum memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya,” kata Aldi.

Baca Juga:  Breaking News! Terlindas Truk Muatan Rongsok di Bandung Barat, Pemotor Tewas di Tempat

Ia menjelaskan, pihak anggota KPPS lainnya juga sudah menyarankan almarhum untuk beristirahat. Kendati itu, ia tetap memaksakan lantaran ini merupakan tanggung jawab korban sebagai petugas KPPS.

“Udah di saranin untuk istirahat, cuman kembali lagi itu sudah tanggung jawab pekerjaan, cuman beliau bilang tidak sampai larut malam, memang sih jam 10 udah pulang,” ujarnya.

Namun keesokan harinya pas pemungutan suara 14 Februari 2024, korban selesai melaksanakan tugasnya hingga larut malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kembali Mumuh kata Aldi, keluhkan kesehatan.

“Saya ikut mendampingi korban sampai pencoblosan selesai, beres kerjaan beliau sampai jam 01.00 malam pulang kerumah istrihat, kalau yang lain sampai jam 03.00 WIB, terus ngeluh kesehatan lagi cuman bilangnya gejala biasa,” jelasnya kembali.

“Lalu pas Minggu pagi almarhum pingsan dan dilarikan beberapa klinik terdekat pada tutup, akhirnya dirujuk ke RS Kharisma namun di IGD penuh lalu ke RS IMC udah kena serangan jantung dan meninggal dunia, insya Allah dimakamkan besok semua anaknya sudah pada kumpul,” tandas Aldi.

Baca Juga:  Harpitnas, Potongan Tukin Bagi ASN yang Bolos Kerja

 

Liputan khusus: SekitarKita.id

Editor: Abdul Kholilulloh 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan
Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:32 WIB

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Rabu, 4 November 2026 - 07:49 WIB

Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran

Rabu, 4 November 2026 - 00:07 WIB

Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas

Selasa, 3 November 2026 - 21:39 WIB

Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru