SEKITARKITA.id- Teror mengerikan menyasar Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) usai menggelar aksi unjuk rasa membongkar dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB.
Sebuah paket misterius berisi bangkai anjing segar dan uang receh Rp1.000 dikirim ke Sekretariat LAKI KBB di Perum Pesona Prima Citapen, Jumat (11/7/2025) malam.
Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid alias Kang Guras mengungkapkan, peristiwa teror terjadi saat ia tengah menerima tamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, seorang pengemudi ojek online (ojol) tiba-tiba datang mengantarkan dus tanpa identitas pengirim.
“Saat kami buka bersama pihak keamanan dan driver ojol, isinya sungguh mengerikan. Seekor anjing yang baru disembelih, darahnya masih segar, dan amplop berisi koin Rp1.000 bertuliskan alamat sekretariat kami,” ungkap Kang Guras kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).
Teror Usai Demo Dugaan Korupsi di Tubuh Dinas PUPR KBB
Teror berdarah itu terjadi hanya berselang beberapa hari setelah LAKI KBB melakukan aksi demo anti korupsi di Dinas PUTR KBB pada 9 Juli 2025.
Menurut Kang Guras, teror ini bukanlah kebetulan, melainkan bentuk intimidasi sistematis terhadap aktivitas pemberantasan korupsi.
“Sebelum kejadian ini, saya menerima lebih dari 12 panggilan dari nomor tak dikenal. Beberapa mengaku pejabat dan mengajak bertemu tanpa alasan jelas. Ini bukan spontan, tapi pola teror yang terencana,” tegasnya.
Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Cimahi, dan petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi meski malam Minggu.
“Kami apresiasi langkah cepat Polres Cimahi yang langsung turun ke lokasi malam itu juga,” ujar Kang Guras.
Informasi dari driver ojol menyebutkan bahwa paket dikirim via aplikasi dengan tarif mencurigakan, Rp50.000 untuk kiriman ringan dan jarak dekat.
Bahkan, setelah kejadian, si pengemudi sempat menerima telepon gelap yang memperkuat dugaan keterkaitan pengirim dengan pihak tertentu.
Tak tinggal diam, LAKI KBB juga mengirim laporan resmi ke Kapolri, Menhan Prabowo Subianto, hingga Danpuspom TNI. Video pernyataan pun telah disebarluaskan oleh Kang Guras sebagai bentuk perlawanan terhadap teror.
“Kalau dulu di Jakarta ada kepala babi ke kantor Tempo, sekarang bangkai anjing dilempar ke halaman rumah kami. Mafia korupsi ini nyata dan sedang panik,” kata Kang Guras dengan nada geram.
Saat ini, DPP LAKI di Jakarta bersama Ketua Umum Burhanuddin Abdullah tengah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri dan lembaga terkait untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
Mereka menegaskan bahwa ancaman sekeji apapun tidak akan menghentikan langkah LAKI dalam membongkar praktik korupsi di Bandung Barat.
“Kami tidak gentar. Ini bukan hanya soal saya atau LAKI, tapi tentang harga diri masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Teror tak akan membuat kami mundur,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







