SEKITARKITA.id – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri acara ground breaking pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Tazkia yang berlokasi di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, pada Senin, 5 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan berbasis keislaman yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Acara ground breaking tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Amizan Amanah sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam terpadu di wilayah Bandung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran SDIT Tazkia dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di kawasan Ngamprah dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LAZNAS Amizan Amanah atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.
Menurutnya, peran lembaga zakat sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sangat mengapresiasi inisiatif pembangunan SDIT Tazkia ini. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat merupakan contoh sinergi yang positif untuk kemajuan pendidikan,” ujar Jeje.
Jeje berharap, kehadiran SDIT Tazkia tidak hanya menjadi sarana pendidikan formal, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dinilai penting sebagai fondasi pembentukan karakter sejak usia dini.
“Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Jeje menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan sangat menentukan arah pembangunan daerah.
Ia juga mendorong agar pembangunan SDIT Tazkia dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana, sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Acara ground breaking berlangsung dengan khidmat dan ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan SDIT Tazkia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perwakilan LAZNAS Amizan Amanah, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menyambut positif pembangunan sekolah tersebut.
Ke depan, SDIT Tazkia diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terpadu unggulan di Kecamatan Ngamprah, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimistis sektor pendidikan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya partisipasi berbagai pihak dalam mendukung dunia pendidikan.
Ground breaking SDIT Tazkia menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif bagi masa depan pendidikan di Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh







