Respon Cepat BPBD KBB, Kirim 2 Tangki Air Bersih ke Warga Padalarang 

- Penulis

Sabtu, 7 September 2024 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) merespons cepat aduan masyarakat dengan mengirimkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Sebelumnya warga RT02/RW25, Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB keluhkan air bersih, dampak kemarau disepanjang bulan Agustus 2024.

Menganggap hal itu, pemerintah Desa Padalarang melalui perangkat Desa, Ade Durahman mengatakan, selain langsung melakukan kordinasi dengan Pemkab Bandung Barat setelah melihat laporan warga setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini BPBD KBB langsung suplay air bersih bawa 2 truk tangki air, dan ternyata disini masih cukup aman, tidak terlalu darurat hanya sebagian warga yang memang kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Ade saat dikonfirmasi, Sabtu (07/09/2024).

Menurut keterangan Ade, BPBD telah merespons dengan mengirimkan bantuan air ke daerah yang terdampak.

Ternyata warga Sukamulya juga masih memiliki akses air yang cukup, sehingga situasi belum dianggap kritis.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan, sekitar 30 kepala keluarga (KK) di RW07, Desa Padalarang sudah mengalami kekurangan air.

Baca Juga:  Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG Bertambah, Dinkes KBB Siapkan Dua Posko Aduan

Namun secara keseluruhan, wilayah Sukamulya masih tergolong aman meski ada beberapa titik yang mulai merasakan dampaknya.

“Masyarakat di sini (Sukamulya) masih cukup aman, belum terlalu terdesak oleh kekurangan air, 2 truk tangki air bersih sudah turun ternyata warga belum terlalu darurat (urgent), cuman di RT07 memang berdasarkan laporan ada 30 KK yang membutuhkan air bersih,” ujarnya .

Pemerintah desa, bersama BPBD KBB berkomitmen untuk terus menyalurkan air ke titik-titik yang terdampak dan siap menanggapi laporan warga dengan cepat.

“Kami akan terus berusaha memberikan bantuan sesuai laporan dari warga yang mengalami kekurangan air,” jelasnya.

Dikatakan dia, musim kemarau yang panjang memang menjadi tantangan tahunan di wilayah ini.

Namun, warga berharap kedepannya akan ada solusi yang lebih permanen, seperti pembangunan sumber air baru di titik-titik tertentu untuk kekeringan yang sering terjadi.

“Mudah-mudah ke depan untuk pembangunan-pembangunan sumur bor yang baru, titik-titik baru, semoga terlaksana kegiatan yang mudah-mudah ke depan,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi menetapkan status siaga kekeringan yang berlaku mulai 23 Agustus hingga akhir November 2024.

Baca Juga:  Foto Tragedi Kebakaran di Padalarang Bandung Barat, Satu Bocah SD Meninggal Dunia

Penetapan status ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berdampak pada ketersediaan air di wilayah tersebut.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian, menyediakan kebutuhan air bersih, serta menurunkan kualitas kehidupan masyarakat.

Pemkab Bandung Barat telah mempersiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk distribusi air bersih dan penyuluhan kepada masyarakat untuk menghadapi masa-masa sulit ini.

“Kita sudah tanda tangani status kewaspadaan potensi kekeringan, kita juga dapat bantuan tangki air dari BJB. Karena tahun lalu kita hanya punya satu (tangki air) jadi agak repot Mudah-mudahan bisa berbelok,” kata Pejabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir belum lama ini.

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang berpotensi kekeringan kekeringan air bersih seperti, Kecamatan Cisarua, Padalarang, Ngamprah, Cipatat, Cipendeuy, Cikalongwetan, Gununghalu dan Rongga.

Selain mengantisipasi kekeringan sumber air, ia juga melakukan pemetaan dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian maupun perkebunan yang ada di wilayahnya.

Guna memaksimalkan produksi sektor pertanian pada musim kemarau, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pertanian berupaya melakukan intervensi sistem pompanisasi.

Baca Juga:  Pengamat Puji Pernyataan Prabowo di APEC: Konsisten Suarakan Perdagangan yang Adil

“Potensi kekeringan lahan yang ada di wilayah selatan dan tengah, sampai hari ini kami berkordinasi dengan Kadis Pertanian masih bisa terkendali. Karena sistemnya pompanisasi ada bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB