[ad_1]
SekitarKita.id – Buying and selling crypto menawarkan peluang keuntungan besar, tetapi dengan jumlah besar dealer, terutama pemula, terus menerus merugi sebab kesalahan-kesalahan yang dapat dihindari. Salah satu kesalahan umum adalah overtrading, yaitu terlalu terus menerus melakukan transaksi demi mencari tau keuntungan lebih. Walaupun, overtrading malah dapat meningkatkan biaya transaksi dan membuat dealer membuat keputusan yang terburu-buru. Solusinya adalah membuat jadwal buying and selling dan fokus pada analisis berkualitas daripada kuantitas transaksi.
Kesalahan lain yang terus menerus terjadi adalah mengabaikan manajemen risiko. Sejumlah besar dealer tidak menetapkan stop-loss atau batas kerugian, dengan begitu rentan merasakan kerugian besar yang pada nyatanya dapat dicegah. Penting untuk selalu menetapkan stop-loss pada setiap transaksi agar risiko dapat dikendalikan dengan lebih baik. Selain itu, buying and selling tanpa pemahaman yang memadai tentang pasar crypto juga berisiko. Sebelum terjun, meluangkan waktu untuk mempelajari analisis teknikal dan elementary agar keputusan buying and selling lebih terinformasi.
Emosi juga menjadi faktor yang terus menerus membuat dealer membuat keputusan yang tidak rasional. Ketakutan dan keserakahan bisa dikarenakan dealer menjual terlalu cepat atau tahan aset yang harganya sudah turun. Solusi untuk masalah ini adalah mengawasi emosi dan selalu berpegang pada analisis yang matang. FOMO (Concern of Lacking Out) juga kerap membuat dealer terburu-buru membeli aset tanpa analisis hanya sebab harganya sedang naik, yang dapat berujung pada kerugian andai harga tidak menduga turun.
Untuk memberi dorongan untuk pengalaman buying and selling yang lebih baik, platform seperti Bittime menawarkan fitur lengkap bagi pemula maupun profesional, serta menyediakan informasi seputar perkembangan crypto di Bittime Weblog. Selain itu, PT Global Karya Wisesa melalui token Palapa (PLPA) berkomitmen mendorong adopsi blockchain di Indonesia. Token PLPA, yang terdaftar di Bappebti, dibangun di atas blockchain Ethereum dengan standar ERC-20, menawarkan keamanan dan transparansi dalam transaksi crypto.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link








