[ad_1]
SekitarKita.id – Darah yang keluar minim tak henti-hentinya menimbulkan keraguan apakah itu darah haid atau bukan, serta apakah wanita masih boleh melaksanakan ibadah seperti salat. Dalam Islam, wanita yang sedang haid dilarang melakukan ibadah tertentu, termasuk salat.
Andai darah yang keluar benar merupakan darah haid, hukum melaksanakan salat adalah haram. Tetapi, perlu pemahaman yang jelas untuk membedakan darah haid dan bukan haid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Haid biasanya diartikan sebagai darah yang mengalir. Andai darah hanya keluar sedikit-sedikit dan tidak tak henti-hentinya, itu bukanlah darah haid.
Baca Juga: Bawaslu KBB sebut Bapaslon Sundaya-Aa Maulana Tidak Memenuhi Syarat Pilkada Kabupaten Bandung Barat
Tetapi, andai alirannya tertahan dengan begitu keluarnya sedikit-sedikit tapi tetap darah haid, maka salat tetap tidak diperbolehkan.
Andai darah yang keluar tak henti-hentinya tapi dalam jumlah kecil, itu disebut istihadhah dan bukan haid. Mengenali siklus haid sangat penting agar dapat membedakan masa suci dan masa haid dengan benar.
Untuk membedakan antara flek dan darah haid, beberapa hal yang dapat diperhatikan adalah perbedaan warna, jumlah darah, serta rasa kram yang menyertainya.
Flek biasanya lebih ringan dan berlangsung dalam waktu singkat, sedangkan darah haid lebih dengan jumlah besar, lebih menyakitkan, dan terjadi dalam jangka waktu lebih lama.
Baca Juga: KPU KBB: Proses Penggantian Bacawabup Independen dan Tahap Verifikasi Masih Berlangsung
Flek juga tak henti-hentinya tidak disertai gumpalan darah, saat ini haid dapat mengandung gumpalan.
Andai darah yang keluar minim dan tidak percaya apakah itu haid atau bukan, lebih baik konsultasi dengan dokter atau ulama.
Menghindari stres, menjaga pola makan, serta berolahraga teratur dapat membantu menjaga siklus haid tetap standard. Untuk informasi lebih lengkap seputar kesehatan wanita, kunjungi yoona.{id}/weblog.
Sumber: VRI TIMES
[ad_2]
Source link







