Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan belajar mengajar (foto: ilustrasi/ Instagram @sdnsirnagalih_ngamprah)

i

Kegiatan belajar mengajar (foto: ilustrasi/ Instagram @sdnsirnagalih_ngamprah)

KBB | SEKITARKITA.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengevaluasi kedisiplinan tenaga pendidik menyusul sorotan wali murid terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ngamprah.

Sorotan tersebut mencuat setelah sejumlah wali murid SD Sirnagalih, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, mempertanyakan pemulangan siswa kelas 6 lebih awal pada Kamis (20/8/2026).

Belakangan diketahui, para siswa disebut sudah dipulangkan sekitar pukul 09.30 WIB, padahal berdasarkan jadwal dan kebiasaan kegiatan belajar mengajar, siswa biasanya mengikuti pembelajaran hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar di kalangan orang tua menyebutkan, pemulangan siswa lebih awal diduga berkaitan dengan adanya guru mata pelajaran yang hendak mengantarkan rekan sejawatnya yang mendapat promosi atau tugas baru sebagai kepala sekolah di SD lain.

Kondisi tersebut kemudian memicu kebingungan dan keluhan dari sejumlah orang tua murid. Persoalan pemulangan siswa lebih awal bahkan menjadi pembahasan di grup WhatsApp wali murid hingga media sosial.

Kegiatan belajar mengajar (foto: ilustrasi/ Instagram @sdnsirnagalih_ngamprah)
Kegiatan belajar mengajar (foto: ilustrasi/ Instagram @sdnsirnagalih_ngamprah)

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdik KBB, H. Eri Tri Kurniadi, M.Si., mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga:  Dadang M Naser Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Tahap VII di Ciparay, Serap Aspirasi Warga
Related Posts

Ia menegaskan, kegiatan lain di lingkungan sekolah seharusnya tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa.

“Hari ini tidak ada pelantikan kepala sekolah (kepsek), ada guru senior diangkat di wilayah selatan Bandung Barat. Terkait disiplin nanti kami tindak,” kata Eri saat dihubungi sekitarkita.id, Kamis (20/8/2026).

Menurut Eri, persoalan kedisiplinan guru menjadi catatan bagi Disdik KBB. Ia menekankan agar kegiatan yang melibatkan tenaga pendidik tidak sampai menyebabkan proses pembelajaran siswa terganggu.

“Jangan sekali-kali mengganggu (kegiatan belajar mengajar). Harusnya ada guru pengganti ketika ada kegiatan. Jangan semua berangkat,” tegasnya.

Eri juga menyebut pihak sekolah dapat diberikan peringatan apabila terbukti terdapat pelanggaran terhadap ketentuan disiplin dan pelayanan pembelajaran.

“Memang harusnya ditindak saja. Itu menjadi catatan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan unsur pengawas maupun pihak terkait untuk memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi.

Baca Juga:  Diduga tidak Sesuai SOP, Galian Kabel di Padalarang KBB Bikin Resah Pengendara dan Was-was

“Kami akan berkordinasi dengan pengawas untuk memastikan adanya pelanggaran,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua murid, Titin (bukan nama sebenarnya), mengaku kaget ketika mengetahui anaknya yang duduk di kelas 6 sudah berada di rumah saat dirinya pulang dari pasar.

Menurutnya, anaknya menyampaikan bahwa siswa dipulangkan lebih awal karena salah seorang guru hendak mengantarkan rekannya yang mendapat tugas sebagai kepala sekolah di sekolah lain.

“Anak saya bilang guru mata pelajaran memulangkan mereka lebih awal karena mau mengantar temannya yang jadi kepala sekolah di SD lain. Padahal baru jam 09.30 pagi dan hari ini ada jadwal mata pelajaran,” ujar Titin, Kamis.

Titin berharap pihak sekolah dapat lebih memperhatikan keberlangsungan proses pembelajaran, terutama bagi siswa kelas 6 yang membutuhkan waktu belajar secara optimal.

“Harusnya ada guru pengganti ketika ada kegiatan mendadak,” jelasnya.

Ia menilai, kegiatan kedinasan maupun agenda lain di sekolah semestinya tetap diatur agar tidak mengurangi hak siswa mendapatkan pembelajaran sesuai jadwal.

Keluhan mengenai pemulangan siswa lebih awal juga disebut bermunculan dalam grup WhatsApp orang tua murid.

Baca Juga:  Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Sejumlah wali murid mempertanyakan alasan siswa dipulangkan ketika jam belajar masih berlangsung. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap kedisiplinan tenaga pendidik dan tata kelola kegiatan sekolah.

Bagi orang tua, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai siswa pulang lebih cepat, tetapi menyangkut pemenuhan hak siswa untuk mendapatkan proses belajar mengajar sesuai jadwal.

Terlebih, siswa kelas 6 berada pada tahap akhir jenjang sekolah dasar sehingga membutuhkan pembelajaran yang konsisten sebagai persiapan menghadapi berbagai kebutuhan akademik.

Disdik KBB pun diharapkan tidak hanya melakukan evaluasi terhadap kejadian di SD Sirnagalih, tetapi memastikan setiap sekolah memiliki mekanisme pengganti apabila guru harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar karena agenda kedinasan.

Dengan demikian, kegiatan guru tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan waktu belajar siswa.

“Ketika jam sekolah dipangkas dan siswa dipulangkan lebih awal, dampaknya anak langsung bermain handphone sesampainya dirumah jadi malas belajar, namun ketika adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah kan ada jeda waktu anak untuk tidak bermain HP jadi belajar lebih fokus, peran ini yang harus disadari orang tua maupun guru,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot
Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang
Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi
Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa
Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam
Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak
Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih
Keributan Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Tagog Apu, Panitia Bantah Isu Pembacokan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa

Berita Terbaru