SEKITARKITA.id – Kerusakan parah kembali dikeluhkan warga di jalan Pedukuhan Kajongan, Desa Kesadikan, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Jalan penghubung utama antardesa yang menjadi akses penting warga Tarub menuju Kecamatan Kramat itu kini tampak dipenuhi lubang besar dan genangan air sedalam 5 cm atau setinggi mata kaki orang dewasa.
Kondisi tersebut terekam dalam video berdurasi 51 detik yang diterima redaksi sekitarkita.id.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman itu terlihat ruas jalan berubah layaknya kubangan kolam ikan, penuh lumpur dan air hujan.
“Masyaallah, Pedukuhan Kajongan jalannya rusak kaya gini. Kalau saya mau berangkat mengajar jalannya licin penuh kubangan. Masyaallah jalannya kayak gini banget,” ujar seorang perempuan dalam video tersebut, Sabtu 15 November 2025.
Ia menunjukkan deretan lubang besar yang berjejer di sepanjang jalan. Menurutnya, kerusakan parah ini sudah berlangsung hampir puluhan tahun tanpa perbaikan menyeluruh.
“Masyaallah ya Allah, jalan rusak parah dari mulai Pedukuhan Kajongan sampai Pedukuhan Kweni jalannya parah banget,” ucapnya lirih.
Perempuan itu mengaku setiap hari terpaksa melewati jalan tersebut meski membahayakan. Alternatif jalur Desa Kesadikan membutuhkan waktu tempuh hampir satu jam, sehingga akses utama ini tetap menjadi pilihan warga.
“Kapan dibenerin jalan ini? Udah rusak parah kayak gini,” keluhnya.
Rian (45), warga Pedukuhan Kajongan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
“Rusak parah sudah puluhan tahun. Setiap lebaran, warga rantau yang mudik juga pada ngeluh lihat jalan rusak kayak gitu,” ungkapnya.
Ia menyebut perbaikan yang dilakukan pemerintah hanya bersifat sementara dan sekadar tambal sulam. Namun hasilnya tidak bertahan lama.
“Kadang dibenerin menjelang lebaran, itu saja hanya tambal sulam. Kalau musim hujan seperti ini kembali rusak, genangan air di mana-mana,” jelasnya.
Rian berharap Pemerintah Kabupaten Tegal bertindak cepat agar tak perlu menunggu hingga ada korban jiwa akibat kondisi jalan yang membahayakan, terutama di malam hari saat minim penerangan.
“Sering warga jatuh di lokasi, apalagi kalau malam hari gelap. Pemerintah jangan nunggu viral baru ada reaksi,” tegasnya.
Mogal, seorang pengendara motor yang rutin melintasi jalan tersebut, juga mengaku harus ekstra hati-hati. Menurutnya, lubang yang tertutup genangan sangat berbahaya.
“Kalau enggak hati-hati bisa jatuh. Jalan berlubang dipenuhi air jadi enggak kelihatan kedalamannya,” jelas Mogal.
Ia berharap pemangku kebijakan, termasuk Bupati Tegal, segera turun tangan memperbaiki jalan. Menurutnya, kerusakan jalan ini juga berdampak besar pada aktivitas ekonomi warga.
“Banyak warga yang pedagang dan petani jadi terhambat. Kalau jalan mulus, roda perekonomian masyarakat hidup,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tegal terkait kondisi jalan di Pedukuhan Kajongan.
Redaksi masih berupaya melakukan klarifikasi untuk menyajikan pemberitaan berimbang sesuai kode etik jurnalistik.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Ian







