Kebun Galon: Inovasi Pengelolaan Limbah di Sukajaya

- Penulis

Senin, 16 Desember 2024 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Desa Sukajaya di Sumedang Selatan, Jawa Barat, menjadi lokasi penerapan inovasi ramah lingkungan hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Koperasi SAS. Dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) tahun 2024, program ini mempromosikan “Kebun Galon Sayur mayur,” sebuah solusi kreatif untuk mendaur ulang limbah plastik dan organik. Diadakan sepanjang lima bulan, inovasi ini merupakan pengembangan dari proyek sebelumnya yang fokus pada pembuatan pupuk kompos.

Kebun Galon mendapatkan manfaat dari galon plastik bekas sebagai media tanam multifungsi yang hemat ruang. Desain galon ini terbagi dua bagian—media tanah dan air—dengan begitu tanah tetap lembap tanpa terus menerus disiram. Media tanamnya terbuat dari bahan limbah organik, seperti kotoran ternak, sekam padi, dan sisa tanaman lokal. Tanaman seperti jeruk purut, cabai, dan kangkung dipilih sebab bernilai ekonomi tinggi serta bisa tumbuh optimum dengan metode ini, memberikan alternatif pertanian yang efisien bagi masyarakat setempat.

Meski menawarkan dengan jumlah besar manfaat, program ini menghadapi sejumlah kendala. Musim hujan meningkatkan risiko penyakit tanaman akibat bakteri, sedangkan cuaca panas memicu serangan hama seperti belalang. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim FTUI dan Koperasi SAS melakukan pelatihan dan pendampingan bagi warga, memastikan metode pengelolaan tanaman yang tepat guna. Edukasi menjadi elemen penting agar program ini bisa berjalan berkelanjutan dalam perjalanan dinamika lingkungan desa.

Dampak program ini sangat positif, baik secara ekologis maupun sosial. Selain mengurangi limbah plastik dan organik, masyarakat Sukajaya kini mempunyai akses ke metode bercocok tanam yang lebih trendy dan berkelanjutan. Dengan biaya yang terjangkau, Kebun Galon Sayur mayur bisa menjadi version inspiratif untuk diterapkan di berbagai daerah lain. Kolaborasi antara FTUI, Koperasi SAS, dan masyarakat lokal membuktikan bahwa kerja sama lintas sektor mampu menciptakan solusi nyata bagi tantangan lingkungan.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru