Bandung Barat | SekitarKita.id,- Masyarakat di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) protes terkait pelayanan kesehatan diwilayahnya kurang maksimal.
Camat Padalarang, Agus Ahmad Setiawan di sela kegiatan Musrenbang, Senin (22/1/2024) kemarin merespon keluhkan masyarakat terkait hal itu.
Agus mengatakan, meskipun itu ranah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dirinya akan berupaya memperbaiki pelayanan kesehatan di Puskesmas Padalarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan koordinasikan dengan kepala Puskemas Padalarang, walaupun secara kewenangan itu diranah Dinkes KBB,” kata Agus baru-baru ini.
Kendati itu, pihaknya berupaya meminimalisir keluhan itu agar manfaaat program kesehatan dapat dirasakan masyarakat umumnya di Kecamatan Padalarang.
“Dengan keluhan itu tentunya terus berupaya berkordinasi dengan dinas terkait agar bisa diminimalisir dan melaksanakan pelayanan sebagai mana semestinya,” jelasnya.
“Terkait jam operasional pelayanan seperti biasa dari mulai pagi seperti jam kerja hingga sore pelayanan kesehatan di Puskesmas Padalarang,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, ‘Curhat ke Caleg DPRD Mbu Aan, masyarakat Bandung Barat keluhkan pelayanan kesehatan’. satu dari puluhan warga kompleks Perumahan Permata Padalarang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang KBB keluhkan pelayanan kesehatan.
Uus (54) warga sekitar bercerita, pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Padalarang terkesan lambat. Uus menyebut, perlu adanya evaluasi dari Dinas Kesehatan KBB.
Ia mengatakan, warga kurang mampu di KBB masih ada yang belum memiliki asuransi kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).
“Kami ngurus kartu KIS sulitnya minta ampun, entah kendala dimana saya kurang tau, waktu berobat di Puskesmas Padalarang juga jam operasionalnya enggak sampai sore, waktu itu saya berobat jam 11.00 WIB udah nutup,” kata Uus saat ditemui SekitarKita dilokasi dirilis Minggu (28/01/2024).
Dirinya menjelaskan, sejauh ini, belasan tahun anggota DPRD KBB dari masa ke masa belum pernah berkunjung ke wilayah Permata Padalarang untuk menyerap aspirasi warga.
Sehingga, kata dia, sulit untuk ia dan warga lain menceritakan unek-unek tersebut. Bahkan, dirinya tidak mengenali anggota DPRD di Bandung Barat itu.
“Boro-boro aspirasi kita didengar, kunjungan dewan (reses) ajah enggak pernah, mungkin karena saya sibuk kerja juga jadi enggak tau selama puluhan tahun enggak pernah denger sih ada kunjungan dewan disini, minimal kalau ada kunjungan dewan bisa denger keluhan kami,” ujar dia.
Pihaknya berharap, terkait pelayanan kesehatan baik di legislatif maupun eksekutif lebih memperhatikan jaminan kesehatan terutama untuk warga miskin.
“Kami berharap lebih diperhatikan ketika warga kesulitan berobat, program jaminan kesehatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Editor: Abdul Kholilulloh







