SEKITARKITA.id – Kontestasi Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tak hanya menjadi ajang perebutan suara, tetapi juga ruang adu gagasan demi kemajuan desa.
Calon anggota BPD nomor urut 4 dari Dusun 2 Kampung Gantungan, RT 01/RW 08, Desa Jayamekar, Asep Sujana A.Md atau yang akrab disapa Duseng, menawarkan penguatan ekonomi kreatif masyarakat sebagai salah satu fokus utamanya.
Menurut Duseng, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat menjadi solusi konkret bagi warga untuk memperoleh akses permodalan yang aman, legal, dan terjangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, koperasi desa memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus mengurangi angka pengangguran diwilayahnya.
“Dengan adanya koperasi desa, masyarakat diharapkan membuka lapangan pekerjaan untuk warga agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi maupun modal usaha. Koperasi bisa menjadi solusi nyata bagi warga,” ujar Duseng, Jumat (19/6/2026).
Selain penguatan ekonomi, Duseng juga menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Jayamekar melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.
Konsep tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan media dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang partisipatif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan slogan yang diusungnya, yakni Tabayun (Taqwa, Bersatu, Sauyunan), dengan visi mewujudkan pemerintahan desa yang partisipatif, transparan, dan bertanggung jawab.
Adapun misinya meliputi penyerapan dan penyaluran aspirasi masyarakat secara optimal, memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan desa.
“Kami akan mengutamakan menyrap dan menyalurkan aspirasi masyarakat, menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, serta meningkatkan pengawasan terhadap program dan kegiatan pemerintah desa,” jelasnya.
Duseng menegaskan, BPD memiliki fungsi strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam menjalankan pengawasan, menyusun regulasi desa, serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Ia menekankan, keberadaan BPD bukan untuk menjadi lawan pemerintah desa, melainkan sebagai lembaga penyeimbang agar tata kelola pemerintahan dan penggunaan dana desa berjalan secara transparan dan akuntabel.
“BPD merupakan mitra pemerintah desa, bukan lawan pemerintah desa. Fungsinya sebagai penyeimbang dalam pengelolaan dana desa agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat dan tentunya harus akuntabel,” tegasnya.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan BPD Jayamekar, Duseng juga mengajak seluruh calon dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta menjunjung tinggi sportivitas.
Ia mengimbau agar seluruh pihak mengedepankan adu gagasan, menghindari politik uang, kampanye hitam, dan segala bentuk kecurangan yang dapat merusak pesta demokrasi desa.
“Mari kita kawal bersama proses Pemilihan BPD Jayamekar dari awal hingga akhir agar berjalan jujur, adil, dan transparan tanpa dinodai berbagai bentuk kecurangan,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








