[ad_1]
Surabaya, 16 Desember 2024 — “Ibarat pisau, semakin diasah semakin tajam.” Begitu pula kemampuan seseorang yang terus diasah melalui pengalaman nyata. Agnes Sunima Giawa, seorang mahasiswa semester 5 jurusan Sistem Informasi di Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan, adalah contoh nyata dari pepatah ini. Bolak-balik magangnya di Maxy Academy dari bulan September sampai Desember 2024 bukan hanya tentang belajar keterampilan, namun juga tentang merantau, beradaptasi, dan tumbuh menjadi individu yang lebih matang.
Sebagai seorang perantau dari Medan yang berusaha mengejar peluang di kota besar, Agnes memulai perjalanannya dengan penuh semangat dan harapan. Pertama kali ia mengetahui program ini melalui informasi dari program studinya. Penasaran dengan kesempatan belajar di luar zona nyaman, Agnes mengambil keputusan untuk mencoba. “Saya ingin mengetahui lebih sejumlah besar tentang bagaimana dunia kerja pada kenyataannya, khususnya di bidang virtual advertising and marketing yang sedang berkembang pesat,” kata Agnes. Keputusan ini membawanya ke Maxy Academy, tempat di mana ia mempelajari berbagai keterampilan praktis yang relevan dengan kariernya di masa depan.
Sepanjang masa magang, Agnes mempelajari berbagai aspek penting dalam pemasaran virtual. Ia belajar menyusun strategi konten yang efektif, memproduksi konten kreatif, memakai media sosial untuk memaksimalkan promo, menganalisis kinerja konten untuk perbaikan, sampai mengawasi jadwal posting dengan waktu yang tepat. “Semua pelajaran ini sangat membuka wawasan saya tentang bagaimana cara kerja sebuah tim advertising and marketing virtual yang profesional,” ujar Agnes dengan antusias.
Tetapi, merantau dan bekerja di lingkungan baru tentu tidak selalu mudah. Jauh dari keluarga dan rekan-rekan di Medan, Agnes harus segera beradaptasi dengan tradisi kerja di kota yang lebih besar sekali. Tantangan-tantangan yang ia hadapi sepanjang magang mengajarkannya untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh. Ia harus segera melewati revisi konten yang memerlukan perhatian element, belajar mengawasi jadwal untuk memenuhi tenggat waktu, dan tak henti-hentinya menghadapi situasi sulit saat mencari tau bakat untuk membuat konten. “Kadang, saat syuting, aku merasa sedih sebab tak ada yang mau menjadi skill. Tapi dari situ aku belajar pentingnya komunikasi dan kreativitas dalam menghadapi hambatan,” tambah Agnes.
Meski begitu, suasana kerja yang hangat di Maxy Academy menjadi penambah semangatnya. Mentor-mentornya, seperti Kak Dio dan Kak Hepri, menurutnya, sangat membimbing dengan sabar sejak hari pertama ia bergabung. “Kak Dio dan Kak Hepri selalu memberikan panduan yang jelas, bahkan saat saya menemui kesulitan. Tidak hanya mereka, semua karyawan di Maxy Academy, baik di Jakarta maupun Surabaya, sangat ramah. Saya merasa seperti mempunyai keluarga baru di sini,” ungkap Agnes dengan senyum lebar.
Pengalaman ini membentuk Agnes menjadi individu yang lebih yakin diri. Ia merasa bahwa program magang ini telah membantu mengasah keterampilannya sebagai pembuat konten sekaligus memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. “Program ini membuat saya lebih yakin diri untuk mengembangkan karier di bidang pemasaran virtual. Saya merasa siap menghadapi tantangan apa pun di masa depan,” ungkapnya penuh semangat.
Menjelang akhir masa magangnya, Agnes tidak lupa mengungkapkan penghargaan dan harapannya kepada Maxy Academy. Ia mengharapkan lembaga ini terus menjadi tempat belajar bagi mahasiswa-mahasiswa lain yang ingin mengembangkan diri. “Saya mengharapkan Maxy Academy terus sukses dan menciptakan program-program baru yang lebih inovatif. Terima kasih telah memberikan pengalaman luar biasa ini,” ditutup dengan penuh rasa terima kasih.
[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/9bcbb6d5-09a1-11ee-ba3f-0a58a9feac02/517acc9e-bbbf-11ef-82fa-0a58a9feac02







