Material Masih Labil, Basarnas Kerahkan Drone dan K9 Cari 83 Korban Longsor Pasirlangu KBB

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii di lokasi bencana longsor (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii di lokasi bencana longsor (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Operasi pencarian korban tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali dilanjutkan pada Minggu (25/1/2026).

Tim gabungan terus memaksimalkan upaya evakuasi dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, mengatakan pembagian sektor dilakukan setelah asesmen awal dari titik mahkota longsoran hingga lidah longsoran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah kita melakukan asesmen awal dari titik yang menjadi mahkota longsor hingga di lidah longsoran, kita bagi beberapa sektor. Saat ini yang tergabung dalam operasi SAR ada sekitar 250 personel terlatih, sedangkan total personel gabungan termasuk unsur pendukung mencapai 450 orang,” ujar Syafii di lokasi bencana.

Dalam operasi SAR longsor Pasirlangu ini, Basarnas mengerahkan sarana udara dan darat. Unsur udara melibatkan penggunaan drone untuk memantau area terdampak, sementara unsur darat terdiri dari personel SAR dan alat berat.

Baca Juga:  Polres Cimahi Bekuk Lima Promotor Judi Online Via Media Sosial
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Untuk sarana dan prasarana, operasi SAR ini melibatkan dua unsur, yaitu udara dengan 12 unit drone, serta darat menggunakan personel dan alat berat yang sudah tergelar,” kata Syafii.

Namun demikian, penggunaan alat berat belum dapat dilakukan secara optimal. Hal ini disebabkan kondisi material longsoran yang masih labil dan berisiko tinggi.

Related Posts

“Alat berat belum bisa masuk karena kondisi longsoran masih berupa pasir yang sangat labil atau seperti bubur pasir. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan secara bertahap dan dikoordinir oleh SAR Bandung,” jelasnya.

Syafii menegaskan seluruh unsur yang terlibat di lapangan, mulai dari koordinator sektor hingga pengamanan, akan bekerja secara maksimal untuk menemukan seluruh korban.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii di lokasi bencana longsor (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii di lokasi bencana longsor (foto: Abdul Kholilulloh)

“Semua unsur di lapangan, dari koordinator sampai pengamanan, akan bekerja seoptimal mungkin agar bisa menemukan seluruh korban. Berdasarkan data sementara, ada sekitar 83 orang yang masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Baca Juga:  Keluarga Sukiman di Bandung Barat banjiri bantuan usai viral hidup setahun di kandang domba

Pada hari pertama pencarian, Sabtu (24/1/2026), tim SAR berhasil mengevakuasi sembilan korban meninggal dunia. Selain itu, ditemukan dua potongan bagian tubuh (body part) yang langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Hingga Minggu sore, tim DVI Polri masih terus melakukan identifikasi terhadap seluruh korban yang telah ditemukan di lokasi bencana. Dengan ditemukannya tiga korban utuh pada Sabtu sore, jumlah korban yang masih dalam pencarian kini diperkirakan sekitar 83 orang.

Hambatan utama dalam proses pencarian korban longsor di Cisarua KBB adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kerap terjadi, ditambah material longsoran yang belum stabil sehingga membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Berdasarkan hasil asesmen awal, ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai sekitar lima meter. Longsoran menutup area selebar kurang lebih 100 meter, dengan jarak dari mahkota longsoran hingga titik akhir mencapai sekitar tiga kilometer.

Untuk mempercepat proses pencarian, unsur anjing pelacak atau K9 dari TNI dan Polri dijadwalkan diterjunkan guna membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material.

Baca Juga:  Meja Waktu Bolak-balik Baru Björk memungkinkannya untuk 'pada nyatanya mempunyai pendekatan hidup'

“Hari ini juga K9 dari TNI dan Polri akan dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban. Mudah-mudahan cuaca bisa mendukung, karena sudah dilakukan modifikasi cuaca dan saat ini penanganan berada dalam koordinasi pemerintah melalui BNPB dalam klaster bencana hidrometeorologi,” tutur Syafii.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Desa Pasirlangu, sebanyak 30 rumah terdampak longsor dari total 34 kepala keluarga di wilayah tersebut. Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana ini diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang dan saat ini masih berada di sejumlah posko pengungsian.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda V 2026 Digelar, Edi Rusyandi Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Golkar KBB
Dinamika Musda Golkar KBB Dinilai Wajar, Daniel Mutaqien: Bidik Kemenangan Pileg 2029
Larangan Parkir Liar di Cimahi, Ojol Dukung Penertiban tapi Minta Pemkot Siapkan Ruang Tunggu
Injury Time Musda V Golkar KBB, Edi Rusyandi Jadi Calon Tunggal, Peluang Aklamasi Kian Terbuka
Jelang Musda V Golkar Bandung Barat, Edi Rusyandi Klaim Didukung 16 PK, Peluang Aklamasi Menguat
Pengunjung Asal Tegal Kepincut Bakso Mas Sabar Soreang, Kuliner Legendaris Sejak 1983 dengan Suasana Sawah Asri
Hati Ibu Mana Tak Hancur, Rika Dikirimi Video Anaknya Bersimbah Darah di Bandung Barat 
Komisi IV DPRD KBB Sidak Pabrik Kapur yang Viral Disorot Dedi Mulyadi, Ini Temuannya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Musda V 2026 Digelar, Edi Rusyandi Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Golkar KBB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Dinamika Musda Golkar KBB Dinilai Wajar, Daniel Mutaqien: Bidik Kemenangan Pileg 2029

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Larangan Parkir Liar di Cimahi, Ojol Dukung Penertiban tapi Minta Pemkot Siapkan Ruang Tunggu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Injury Time Musda V Golkar KBB, Edi Rusyandi Jadi Calon Tunggal, Peluang Aklamasi Kian Terbuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Jelang Musda V Golkar Bandung Barat, Edi Rusyandi Klaim Didukung 16 PK, Peluang Aklamasi Menguat

Berita Terbaru