Misteri Kematian Siswi SMK 1 Cihampelas KBB: Sempat Konsumsi MBG Sebelum Tutup Usia

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang siswi kelas XII SMK 1 Cihampelas KBB bernama Bunga Rahmawati dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 12.20 WIB. (foto: unggahan Facebook SDKBB @lastry)

i

Seorang siswi kelas XII SMK 1 Cihampelas KBB bernama Bunga Rahmawati dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 12.20 WIB. (foto: unggahan Facebook SDKBB @lastry)

SEKITARKITA.id – Kabar duka menyelimuti SMKN 1 Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seorang siswi kelas XII bernama Bunga Rahmawati dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 12.20 WIB.

Kabar tersebut pertama kali diketahui publik melalui unggahan akun media sosial keluarga korban di grup Facebook SDKBB (Seputar Desa Kabupaten Bandung Barat).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Selamat jalan ponakan ku (anak adik), semoga husnul khatimah. Allah berikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis akun Facebook @lastry dalam unggahannya, Rabu (1/10/2025).

Seorang siswi kelas XII SMK 1 Cihampelas KBB bernama Bunga Rahmawati dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 12.20 WIB. (foto: unggahan Facebook SDKBB @lastry)
Seorang siswi kelas XII SMK 1 Cihampelas KBB bernama Bunga Rahmawati dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 12.20 WIB. (foto: unggahan Facebook SDKBB @lastry)

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa Bunga mengalami muntah, kejang-kejang, wajah membiru, serta keluar busa dari mulutnya sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Sebab meninggal setelah muntah -muntah dan kejang -kejang, muka biru dan bibir membiru,, keluar juga busa dari mulutnya yang meninggal siswi SMK 1 Cihampelas KBB kelas 12, semoga dia meninggal bukan karena menu MBG,” ujar keterangan tersebut.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa kematian Bunga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya sempat memicu kasus keracunan massal di sekolahnya.

Baca Juga:  Kapolres Metro Jakarta Pusat: Temuan Alat Bong di Blok G Tanah Abang Negatif Narkoba

Saat dihubungi, Kepala SMKN 1 Cihampelas, Sudirman, membenarkan kabar meninggalnya Bunga Rahmawati.

Ia menjelaskan bahwa almarhumah sempat mengikuti pembelajaran seperti biasa sebelum akhirnya mengeluh sakit.

“Kami mewakili keluarga besar SMKN 1 Cihampelas menyampaikan duka cita mendalam. Kami juga sudah mendatangi rumah duka bersama teman-teman sekolahnya,” ujar Sudirman kepada Sekitarkita.id, Rabu (1/10/2025).

Sudirman menjelaskan bahwa Bunga memang termasuk penerima paket MBG pada Rabu (24/9/2025). Menu yang ia konsumsi saat itu berupa telur rebus, lotek, kentang rebus, dan pisang.

Namun, berdasarkan data sekolah, Bunga tidak termasuk dalam 121 siswa yang mengalami keracunan massal dan harus dirawat.

“Bunga tidak tercatat sebagai korban keracunan MBG. Dari data 121 siswa yang keracunan, namanya tidak ada. Bahkan setelah mengonsumsi MBG, ia tetap masuk sekolah seperti biasa,” tegasnya.

Kepala Sekolah Sudirman menambahkan bahwa Bunga dikenal sebagai siswi teladan dan berperilaku baik di sekolah.

“Kami kehilangan siswi yang rajin dan baik. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi ketabahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Saham Singapore Airways tergelincir 1,3% setelah penerbangan yang bergejolak Oleh Reuters

Terpisah Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin, menyampaikan bahwa berdasarkan data Puskesmas Cihampelas, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah meninggalnya Bunga berkaitan dengan konsumsi MBG.

Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin (foto: Abdul Kholilulloh)

“Setelah mengonsumsi MBG, Bunga tidak menunjukan gejala mual, pusing, atau muntah. Bahkan, pada Senin (29/9/2025) ia masih masuk sekolah dan tidak mengeluhkan sakit,” jelas Andriawan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat melalu Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah. Ia menegaskan bahwa Bunga tidak pernah menjalani pemeriksaan di posko kesehatan maupun puskesmas pasca kasus keracunan MBG karena tidak merasakan gejala berarti.

Namun, pada Selasa (30/9/2025), setelah pulang sekolah, Bunga mendadak mengeluh mual dan dibawa ke bidan setempat.

Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah (foto: Abdul Kholilulloh)

“Setelah konsultasi, bidan menyarankan agar Bunga segera dirujuk ke RSUD Cililin. Namun takdir berkata lain,” ujar Edah.

Pihak Puskesmas menduga Bunga memang mengalami gejala keracunan. Hanya saja, pemicu pastinya masih belum dapat dipastikan karena terdapat jeda waktu 4–5 hari antara konsumsi MBG dengan munculnya gejala.

Sementara pihak Dinas Kesehatan KBB masih terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya Bunga Rahmawati.

Baca Juga:  Meriah, Anggota DPRD Jabar dan Ribuan Warga Bandung Barat siap Menangkan HADE

Seperti diketahui, sebelumnya ratusan siswa SMKN 1 Cihampelas mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG pada Rabu, 24 September 2025. Dari 300 paket makanan yang dibagikan, 121 siswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit dengan gejala mual, pusing, muntah, kejang, hingga sesak napas.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa sekolah di Kabupaten Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar
Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan
DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung
Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara
Rendahkan Wartawan, Hotman Paris Dikecam PWI Pusat usai Dampingi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Nobar Final Pildun 2026 Spanyol vs Argentina di Padalarang Dipadati Ratusan Warga
Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:01 WIB

Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:56 WIB

Terdampak Pembongkaran Bangli di Padalarang, Pemilik Rumah Terima Santunan Rp50 Juta dari Pemprov Jabar

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Jabar Bongkar 16 Bangunan Liar di Padalarang, Satu Alat Berat Diterjunkan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:01 WIB

DPRD KBB Soroti Status Lahan KPSBU Lembang, Legalisasi Aset Pemkab 3.950 Meter Diminta Segera Rampung

Senin, 20 Juli 2026 - 18:15 WIB

Dua Terduga Pelaku Pemalakan Pengrajin Kayu di KBB Ditangkap Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara

Berita Terbaru