Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengendarai sepeda motor menuju gedung DPRD KBB bersama ratusa masa aksi unras serikat pekerja (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengendarai sepeda motor menuju gedung DPRD KBB bersama ratusa masa aksi unras serikat pekerja (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Momen tak biasa terjadi di tengah aksi unjuk rasa (unras) buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (27/4/2026).

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, terlihat turun langsung ke lapangan hingga ikut bergerak bersama massa aksi menggunakan sepeda motor menuju Gedung DPRD KBB.

Aksi tersebut digelar oleh ratusan hingga ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K SPSI) Kabupaten Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyambut ratusa masa aksi unras serikat pekerja KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyambut ratusa masa aksi unras serikat pekerja KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Mereka menyuarakan berbagai tuntutan terkait kesejahteraan pekerja dan kondisi ketenagakerjaan yang dinilai semakin memprihatinkan.

Usai menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Asep Ismail langsung menyambut kedatangan massa buruh.

Ia tampak mengenakan kemeja putih dan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja KBB, Yopi Iskandar, serta perwakilan Badan Kesbangpol.

Di tengah kerumunan, Asep berdiri mendengarkan orasi yang disampaikan koordinator aksi, Kiky Saputra, dari atas mobil komando.

Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengendarai sepeda motor menuju gedung DPRD KBB bersama ratusa masa aksi unras serikat pekerja (foto: Abdul Kholilulloh)
Momen Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengendarai sepeda motor menuju gedung DPRD KBB bersama ratusa masa aksi unras serikat pekerja (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menyimak secara langsung berbagai keluhan buruh, mulai dari tuntutan peningkatan kesejahteraan hingga desakan pembukaan lapangan kerja.

Baca Juga:  Nestapa, cerita pilu keluarga korban kecelakaan bus PO Bhineka di Tol Jakarta-Cirebon 

Dalam orasi tersebut, massa juga menyinggung janji pemerintah pusat terkait penciptaan lapangan kerja, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tak berselang lama, sekitar 20 menit kemudian, Asep Ismail bersama massa aksi bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan sepeda motor.

Momen ini menjadi perhatian karena menunjukkan pendekatan langsung pemerintah daerah terhadap aspirasi buruh.

Dalam aksi tersebut, buruh membawa berbagai spanduk berisi kritik terhadap kebijakan ketenagakerjaan.

Mereka menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, serta penolakan terhadap aturan pajak progresif JHT BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja.

Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait penggunaan cukai gula, garam, dan lemak pada industri makanan dan minuman.

Mereka juga menolak impor barang jadi, khususnya produk tekstil dan garmen, yang dianggap melemahkan industri dalam negeri.

Aksi unjuk rasa tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, bersama Wakil Bupati Asep Ismail dan jajaran Sekretariat DPRD.

Baca Juga:  Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Dalam orasinya, Kiky Saputra juga menyoroti dugaan praktik “perbudakan modern” di sektor ketenagakerjaan.

Ia mengungkap adanya perusahaan yang merekrut pekerja melalui yayasan, namun memberikan upah di bawah standar upah minimum kabupaten (UMK).

“Perusahaan membayar sesuai UMK ke yayasan, tapi pekerja menerima di bawah UMK. Ini bentuk ketidakadilan yang harus segera ditindak,” tegasnya.

Aksi buruh di Bandung Barat ini menjadi sorotan publik, terutama karena berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Otonomi Daerah, yang seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pekerja.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Berita Terbaru