Mosi Tidak Percaya, Konflik Internal KONI Bogor Berpotensi Ganggu Pembinaan Atlet

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONI Kabupaten Bogor (foto: istimewa)

i

KONI Kabupaten Bogor (foto: istimewa)

BOGOR | SEKITARKITA.id– Polemik mosi tidak percaya di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bogor dinilai tidak hanya menjadi persoalan internal organisasi, tetapi juga berpotensi berdampak langsung terhadap masa depan pembinaan atlet di daerah.

Ketua Badan Pengawas Independen Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran (BPI KPNPA) RI Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, menegaskan bahwa konflik berkepanjangan di tubuh KONI dapat menghambat jalannya program pembinaan olahraga yang selama ini menjadi tulang punggung prestasi daerah.

Menurut Rizwan, stabilitas organisasi merupakan faktor penting dalam menjaga kesinambungan program atlet, mulai dari pelatihan, kompetisi, hingga dukungan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau organisasi tidak stabil, maka yang pertama terdampak adalah atlet. Program pembinaan bisa terganggu, bahkan terhenti,” ujarnya.

KONI Kabupaten Bogor (foto: istimewa)
KONI Kabupaten Bogor (foto: istimewa)

Ia menilai, munculnya mosi tidak percaya terhadap pimpinan KONI Kabupaten Bogor berisiko mengalihkan fokus organisasi dari pembinaan prestasi menjadi konflik internal yang tidak produktif.

Padahal, lanjut Rizwan, KONI merupakan lembaga publik yang dibiayai melalui APBD, sehingga seluruh kebijakan dan dinamika yang terjadi seharusnya tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Atlet Bandung Barat Raih Prestasi Gemilang, Pemkab Siapkan Bonus Rp6 Miliar

“Jangan sampai energi organisasi habis untuk konflik. Masyarakat menunggu prestasi, bukan polemik,” tegasnya.

Rizwan juga mengingatkan bahwa dinamika yang tidak sehat dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga olahraga.

Bahkan, kondisi tersebut berpotensi menciptakan citra negatif bahwa pengelolaan organisasi tidak profesional.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kepemimpinan tetap penting sebagai bagian dari evaluasi.

Namun, proses tersebut harus dilakukan melalui mekanisme yang sah dan konstitusional, bukan melalui langkah yang justru berpotensi memicu instabilitas.

“Evaluasi itu perlu, tapi harus dengan cara yang benar. Jangan sampai merusak sistem yang sudah berjalan,” katanya.

Lebih jauh, Rizwan mengajak seluruh pihak di KONI Kabupaten Bogor untuk menahan diri dan kembali fokus pada tujuan utama organisasi, yakni mencetak atlet berprestasi dan membangun sistem olahraga yang berkelanjutan.

Sementara itu, KONI Jawa Barat dijadwalkan akan memanggil Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar, dalam rapat pada Senin (6/4/2026).

Agenda tersebut mencakup klarifikasi terkait mosi tidak percaya yang beredar di internal organisasi.

Baca Juga:  Samsung juga akan menyediakan Galaxy Z Flip6 Edisi Olimpiade untuk semua atlet Paralimpiade di Paris 2024

Dedi Ade Bachtiar sendiri menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor berdasarkan Surat Keputusan Penggantian Antar Waktu (PAW) Nomor 82 Tahun 2025 untuk masa bakti 2023–2027.

Rizwan berharap polemik yang terjadi tidak berlarut-larut dan dapat segera diselesaikan secara bijak agar tidak mengorbankan masa depan atlet dan prestasi olahraga Kabupaten Bogor.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026
Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat
Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling
KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru
Bupati Jeje Apresiasi HIPKI Bandung Barat, Program PKW dan PKK 2026 Jadi Terobosan Peningkatan SDM
Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:40 WIB

Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:25 WIB

BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 20:58 WIB

Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WIB

KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru

Berita Terbaru

Proses penyembelihan dilaksanakan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/5/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Tak Berkategori

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB